eprintid: 79224 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/92/24 datestamp: 2026-10-16 06:48:18 lastmod: 2026-10-16 06:48:18 status_changed: 2026-10-16 06:48:18 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Annisa Rahma Nabila, NIM.: 24205031096 title: KISAH UZAIR DALAM AL-QUR’AN DAN TRADISI BIBLIKAL: ANALISIS INTERTEKSTUALITAS ispublished: pub subjects: 297.12 divisions: pr_iat_s2 full_text_status: restricted keywords: Kisah Uzair, Intertekstualitas, Al-Qur’an dan AlKitab note: Dr. Subi Nur Isnaini, Lc., M.A. abstract: Penelitian ini mengeksplorasi kisah Uzair dalam Al-Qur’an dan Tradisi Biblikal. Al-Qur’an menarasikan bahwa orang-orang Yahudi menganggap Uzair sebagai “Putera Allah” dalam QS. At-Taubah ayat 30. Sebaliknya tradisi Bilikal (AlKitab) menceritakan kisah panjang tentang perjalanan Uzair (Ezra) dalam perjanjian lama yaitu kitab Ezra pasal 7-8 dan Nehemiah pasal 8. Selain itu tidak ditemukan pernyataan yang menganggap Ezra sebagai putera Allah. Perbedaan narasi ini memicu perdebatan akademik baik dari kalangan Mufassir dan orientalis mengenai sejarah dari kisah Uzair. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kisah Uzair dalam Al-Qur’an dan AlKitab serta menelusuri relasi intertekstual kisah Uzair dalam kedua kitab suci tersebut. Penelitian ini dikategorisasikan studi kajian Pustaka (Library Research) dengan menerapkan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data primer bersumber dari Al-Qur’an dan AlKitab, sedangkan sumber data sekunder berasal dari literatur pendukung seperti tafsir, buku, jurnal, tesis skripsi dan karya ilmiah yang berkaitan dengan tema utama. Dalam penelitian ini, analisis intertekstual dilakukan melalui dua tahapan yaitu: pembacaan Pra-Kanonisasi dan pembacaan Post-Kanonisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan jika klaim “Uzair adalah Putera Allah” yang tertera dalam Qs. At-Taubah ayat 30 merupakan respon langsung atas sikap kaum Yahudi Madinah yang menolak dakwah Rasulullah SAW dan klaim tersebut bukanlah hasil rekayasa Nabi Muhammad SAW sebagimana yang dituduhkan beberapa orientalis. Dalam pembacaan Pra-Kanonisasi Qs. At-Taubah ayat 30 dipahami sebagai komunikasi horizontal antara Allah (pembicara), Nabi Muhammad SAW (penerima pesan) dan Rabi Yahudi Madinah (pendengar). Adapun dalam pembacaan Post-Kanonisasi mengungkap kesepakatan dari pendapat para Mufassir yang menyatakan jika ayat tersebut tidak ditujukan untuk seluruh kaum Yahudi melainkan untuk komunitas kaum Yahudi Madinah. date: 2026-08-18 date_type: published pages: 111 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Annisa Rahma Nabila, NIM.: 24205031096 (2026) KISAH UZAIR DALAM AL-QUR’AN DAN TRADISI BIBLIKAL: ANALISIS INTERTEKSTUALITAS. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79224/1/24205031096_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79224/2/24205031096_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf