<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SURAH AL-FATIHAH DALAM KALIGRAFI HARIMAU KARYA R.M.P SOSROKARTONO (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031097</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ikhsan Rifki Naswa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan seni kaligrafi Islam di Indonesia yang berevolusi ke gaya eksperimental seperti kaligrafi figuratif berupa bentuk hewan. Salah satu bentuk representasi tersebut tampak pada Kaligrafi Harimau karya R.M.P Sosrokartono yang memadukan unsur visual harimau dengan kaligrafi Al-Qur’an surah Al-Fatihah. Fenomena ini menunjukkan adanya hubungan antara seni Islam, simbol budaya, dan makna filosofis yang hidup dalam masyarakat. Kaligrafi Harimau tidak hanya dipahami sebagai karya seni visual, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya dan spiritualitas yang mengandung pesan simbolik mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengkaji tanda-tanda semiotika, makna simbolik, serta refleksi hubungan antara seni Islam dan budaya Nusantara yang terdapat dalam karya tersebut. Penelitian ini bertujuan menjawab tiga hal, tanda-tanda semiotika pada Kaligrafi Harimau karya R.M.P Sosrokartono, makna simbolik yang terkandung dalam Kaligrafi Harimau karya R.M.P Sosrokartono, refleksi Kaligrafi Harimau sebagai representasi seni Islam dan budaya di Nusantara.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Data penelitian diperoleh melalui observasi visual terhadap karya kaligrafi, wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka yang berkaitan dengan semiotika, seni kaligrafi Islam, dan budaya Nusantara. Wawancara dilakukan kepada dua kalangan narasumber; sebagai key informan (Informan kunci) dan informan pembanding yang dipilih setelah melalui pra penelitian. Teknik wawancara dilakukan secara mendalam dan semi terstruktur. Analisis dilakukan menggunakan teori triadik Peirce yang meliputi ikon, indeks, dan simbol untuk memahami relasi antara tanda, objek, dan interpretan dalam karya Kaligrafi Harimau tersebut. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkap makna visual dan pesan filosofis yang terkandung di dalam karya seni secara mendalam.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kaligrafi Harimau karya R.M.P Sosrokartono yang pertama, mengandung berbagai tanda semiotik yang utuh melalui hubungan ikon, indeks, dan simbol yang merepresentasikan kekuatan, spiritualitas, keberanian, dan identitas budaya lokal. Kedua, makna simbolik Surah Al-Fatihah dan Kaligrafi Harimau mengandung makna semiotik yang bersifat multidimensional, meliputi dimensi spiritual, filosofis, budaya, dan dakwah. Ketiga, perpaduan antara bentuk visual harimau dan ayat Al-Qur’an menunjukkan adanya dialektika antara seni Islam dan budaya Nusantara yang menghasilkan bentuk estetika lokal yang khas. Penelitian ini menegaskan bahwa Kaligrafi Harimau tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga memuat pesan filosofis dan kultural yang merefleksikan hubungan harmonis antara agama, seni, dan budaya lokal di Indonesia.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.122 Quran, Al-Qur'an, Alquran</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>