@mastersthesis{digilib79230, month = {August}, title = {STUDI PARATEKS DALAM MANUSKRIP AL-QUR?AN SALINAN SAYYID IBRAHIM BIN ?ABDULLAH AL-JUFRI KOLEKSI MASJID AGUNG SURAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 24205031122 Ahmad Fikri}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Ahmad Baidowi, S.Ag.,M.Si.}, keywords = {Parateks, Periteks, Epiteks, Manuskrip Al-Qur?an}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79230/}, abstract = {Penelitian ini mengkaji parateks dalam manuskrip Al-Qur?an salinan Sayyid Ibrahim bin Abdullah Al-Jufri dengan kode MAA\_015 koleksi Masjid Agung Surakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian terhadap unsur-unsur di luar teks utama dalam manuskrip Al-Qur?an, padahal unsur tersebut dapat memuat informasi mengenai proses produksi, transmisi, penggunaan, serta konteks sosial dan keagamaan manuskrip. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk parateks, menganalisis fungsinya, serta mengungkap representasi konteks sosial, intelektual, keagamaan, dan historis yang terdapat di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filologis, yang memadukan penelitian lapangan dan kepustakaan. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap manuskrip MAA\_015, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur dan sumber terkait. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori parateks G{\'e}rard Genette, khususnya konsep periteks dan epiteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parateks dalam manuskrip MAA\_015 hadir dalam berbagai bentuk, terutama kolofon, muqaddimah, simbol-simbol qira?at, tanda waqaf dan ibtid{\=a}?, iluminasi, serta catatan pinggir yang berkaitan dengan variasi bacaan Al-Qur?an. Kolofon memberikan informasi mengenai kepemilikan, penyerahan, dan pewakafan manuskrip, sedangkan muqaddimah menjelaskan penggunaan tiga riwayat qira?at, yaitu Q{\=a}l{\=u}n, Ad-D{\=u}r{\=i}, dan {\d H}af{\d s}. Catatan pinggir berfungsi sebagai perangkat penjelas dan instruksi pembacaan yang memuat variasi qira?at seperti tahq{\=i}q, tash{\=i}l, ibd{\=a}l, ikhtil{\=a}s, isyb{\=a}?, dan im{\=a}lah. Parateks tersebut memiliki fungsi informatif, interpretatif, didaktis, sosial-kultural, dan simbolis. Secara historis dan sosial, parateks memperlihatkan hubungan antara otoritas keagamaan dan politik serta perubahan fungsi manuskrip dari lingkungan keraton menuju ruang publik melalui praktik wakaf. Secara intelektual dan keagamaan, keberadaan catatan qira?at dan tajwid menunjukkan bahwa manuskrip berfungsi sebagai medium transmisi dan pembelajaran ilmu Al-Qur?an di lingkungan Keraton Surakarta. Dengan demikian, parateks dalam manuskrip MAA\_015 tidak sekadar menjadi unsur pelengkap teks utama, tetapi menjadi sumber penting untuk memahami manuskrip sebagai artefak intelektual, sosial, keagamaan, dan historis dalam tradisi Al-Qur?an di Surakarta.} }