<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STUDI PARATEKS DALAM MANUSKRIP AL-QUR’AN SALINAN SAYYID IBRAHIM BIN ‘ABDULLAH AL-JUFRI KOLEKSI MASJID AGUNG SURAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031122</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ahmad Fikri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji parateks dalam manuskrip Al-Qur’an salinan Sayyid&#13;
Ibrahim bin Abdullah Al-Jufri dengan kode MAA_015 koleksi Masjid Agung&#13;
Surakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian&#13;
terhadap unsur-unsur di luar teks utama dalam manuskrip Al-Qur’an, padahal&#13;
unsur tersebut dapat memuat informasi mengenai proses produksi, transmisi,&#13;
penggunaan, serta konteks sosial dan keagamaan manuskrip. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk parateks, menganalisis&#13;
fungsinya, serta mengungkap representasi konteks sosial, intelektual,&#13;
keagamaan, dan historis yang terdapat di dalamnya. Penelitian menggunakan&#13;
metode kualitatif dengan pendekatan filologis, yang memadukan penelitian&#13;
lapangan dan kepustakaan. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap&#13;
manuskrip MAA_015, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai&#13;
literatur dan sumber terkait. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori&#13;
parateks Gérard Genette, khususnya konsep periteks dan epiteks.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa parateks dalam manuskrip MAA_015&#13;
hadir dalam berbagai bentuk, terutama kolofon, muqaddimah, simbol-simbol&#13;
qira’at, tanda waqaf dan ibtidā’, iluminasi, serta catatan pinggir yang berkaitan&#13;
dengan variasi bacaan Al-Qur’an. Kolofon memberikan informasi mengenai&#13;
kepemilikan, penyerahan, dan pewakafan manuskrip, sedangkan muqaddimah&#13;
menjelaskan penggunaan tiga riwayat qira’at, yaitu Qālūn, Ad-Dūrī, dan Ḥafṣ.&#13;
Catatan pinggir berfungsi sebagai perangkat penjelas dan instruksi pembacaan&#13;
yang memuat variasi qira’at seperti tahqīq, tashīl, ibdāl, ikhtilās, isybā’, dan&#13;
imālah. Parateks tersebut memiliki fungsi informatif, interpretatif, didaktis,&#13;
sosial-kultural, dan simbolis. Secara historis dan sosial, parateks&#13;
memperlihatkan hubungan antara otoritas keagamaan dan politik serta&#13;
perubahan fungsi manuskrip dari lingkungan keraton menuju ruang publik&#13;
melalui praktik wakaf. Secara intelektual dan keagamaan, keberadaan catatan&#13;
qira’at dan tajwid menunjukkan bahwa manuskrip berfungsi sebagai medium&#13;
transmisi dan pembelajaran ilmu Al-Qur’an di lingkungan Keraton Surakarta.&#13;
Dengan demikian, parateks dalam manuskrip MAA_015 tidak sekadar menjadi&#13;
unsur pelengkap teks utama, tetapi menjadi sumber penting untuk memahami&#13;
manuskrip sebagai artefak intelektual, sosial, keagamaan, dan historis dalam&#13;
tradisi Al-Qur’an di Surakarta.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.122 Quran, Al-Qur'an, Alquran</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>