eprintid: 79233 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/92/33 datestamp: 2026-10-16 07:09:39 lastmod: 2026-10-16 07:09:39 status_changed: 2026-10-16 07:09:39 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Minkhatul Maula Sofa, NIM.: 24205031132 title: AGAMA AL-QUR’AN: KONSEPSI HUDA, DIN, ISLAM DAN MILLAH DALAM DIALEKTIKA PEWAHYUAN ispublished: pub subjects: 297.12 divisions: pr_iat_s2 full_text_status: restricted keywords: Agama Al-Qur’an, Semantik-Kronologis, Dialog Pewahyuan note: Dr. Phil. Fadhli Lukman, M.Hum. abstract: Pengkajian kosakata mengenai agama dalam Al-Qur’an, masih terus menjadi perdebatan dikalangan akademisi. Konsepsi agama modern yang seringkali merujuk pada kata religion, dinilai tidak sebanding untuk menjelaskan konsepsi agama yang merujuk pada istilah dīn. Disisi lain, istilah dīn sebetulnya juga tidak sepenuhnya dapat menjelaskan konsepsi agama dalam Al-Qur’an, karena Al- Qur’an memiliki terminologi yang lebih luas untuk menjelaskan konsep agama, di antaranya istilah hudā, dīn, millah dan islām. Pada saat yang sama, studi-studi yang ada kerapkali memahami istilah-istilah ini secara partikular. Akibatnya, maknanya menjadi tumpang tindih dan kosakata al-Qur’an yang seharusnya memiliki makna yang luas menjadi sempit atau sebaliknya yang sempit menjadi terlalu luas. Selain itu, adapula yang menempatkan keempat istilah ini sebagai sinonim, sehingga makna yang seharusnya dinamis menjadi statis. Padahal, baik hudā, dīn, islām maupun millah memiliki makna yang kompleks dan berkembang sesuai konteks penggunaannya sepanjang pewahyuan. Alih-alih menempatkan keempat istilah ini secara sinonim, melalui pembacaan semantik-kronologis, dengan memadukan teori semantik Izutsu, tartib nuzuli sekaligus teori dialektika Nasr Hamid, penelitian ini akan melihat konsepsi agama Al-Qur’an melalui evolusi makna hudā, dīn, islām dan millah. Hasil pembacaan ini memperlihatkan medan semantik yang kompleks dan pemaknaan yang meluas atau sebaliknya, seiring dengan perkembangan dakwah nabi dengan paganisme Arab dan Ahli Kitab. Saat berhadapan dengan pagan, mula-mula Al- Qur’an mengkonsepsikan agama dengan istilah hudā sebagai wahyu, yakni seperangkat petunjuk yang bersumber dari Allah sekaligus menjadi orientasi akhir dari setiap pewacanaan agama dalam setiap kata lainnya. Konsepsi wahyu tersebut kemudian mentransendensikan konsepsi agama dalam istilah dīn dan islām sebagai sistem yang meliputi keyakinan, tatanan moral dan sosial, dengan menjadikan wahyu sebagai tolak ukur dan eskatologis sebagai medan pertanggungjawabannya. Adapun saat berhadapan dengan Ahli Kitab, konsepsi agama bukan lagi membangun wahyu. Istilah hudā digunakan untuk memposisikan diri sebagai wacana keberlanjutan agama terdahulunya dengan mengakui keabsahan Taurat dan Injil. Adapun istilah dīn dan islām dikonsepsikan untuk merubah hukum-hukum yang sebelumnya hanya berlaku secara khusus untuk Ahli Kitab, menjadi universal yang berlaku bagi semua kelompok. Sepanjang pewahyuan, konsepsi agama membutuhkan dua legitimasi saat berhadapan dengan audiensnya, yaitu legitimasi ketransendensian dengan istilah hudā, dan legitimasi historis dengan istilah millah. Konsepsi millah berfungsi mengeneralisasi tolak ukur penganut agama Ibrahim bukanlah ditentukan berdasarkan nasab secara biologis sebagaimana pandangan Quraisy, melainkan siapa saja yang mengikuti Ibrahim secara spiritual. Selain itu, kelompok yang berhak disebut sebagai penerus agama Ibrahim juga bukan Yahudi ataupun Kristen, melainkan mereka yang beragama berdasarkan prinsip monoteisme murni(tauhid). date: 2026-08-11 date_type: published pages: 148 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Minkhatul Maula Sofa, NIM.: 24205031132 (2026) AGAMA AL-QUR’AN: KONSEPSI HUDA, DIN, ISLAM DAN MILLAH DALAM DIALEKTIKA PEWAHYUAN. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79233/1/24205031132_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79233/2/24205031132_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf