eprintid: 79234 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/92/34 datestamp: 2026-10-16 07:12:01 lastmod: 2026-10-16 07:12:01 status_changed: 2026-10-16 07:12:01 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Tasya Avanti Digdayani, NIM.: 24205031140 title: INTERTEKSTUALITAS DALAM KONSEP ESKATOLOGIS AL-QUR’AN DAN YESAYA ispublished: pub subjects: 297.12 divisions: ASD full_text_status: restricted keywords: Eskatologis, QS. Ibrahim [14]:48, QS. Az-Zumar [34]:68-69, Kitab Yesaya 26:19, 65:17, 66:22, Intertekstualitas Angelika Neuwirth note: Dr. Siti Khodijah Nurul Aula, M.Ag. abstract: Pada al-Qur’an tentang eskatologis termuat pada QS. Ibrahim [14]:48 dan QS. Az-Zumar [39]:68-69 tentang masa kehidupan kedua setelah kematian lalu manusia dibangkitkan lagi untuk kedua kalinya untuk dikumpulkan dalam satu tempat yaitu di Padang Masyhar, konteks ayat ini juga membahas tentang pergantian bumi dan langit yang dimana manusia tidak akan dikenal oleh mausia sebelumnya. Lalu pembahasan tentang eskatologis pada Bibel Perjanjian Lama yaitu Alkitab Yesaya 26:19, 65:17 dan 66:22 yang juga membahas mengenai kehidupan kedua setelah kematian, kebangkitan umat manusia dan perubahan langit dan bumi baru. Melihat adanya persamaan teks serta motif eskatologis antara al-Qur’an dan Kitab Yesaya, terkhususnya mengenai kebangkitan serta pembaruan atau perubahan langit dan bumi ini, menimbulkan persoalan mengenai bagaimana hubungan kedua teks tersebut dipahami tanpa serta-merta menganggapnya sebagai bentuk peminjaman atau kutipan langsung. Kemiripan antara teks tersebut perlu dibaca dalam konteks tradisi keagamaan yang lebih luas pada masa Late Antiquity untuk melihat hubungan al-Qur’an dan Kitab Yesaya tidak dipahami semata-mata sebagai hubungan pengaruh langsung, tetapi sebagai kesinambungan tema yang sama kemudian dikontruksikan dengan fungsi dan ortientasi teologis yang berbeda. Menggunakan metode kualitatif (library research) dengan pendekatan intertekstualitas Angelika Neuwirth melihat pra-kanonisasi sebagai bentuk untuk memahami historitas al-Qur’an saat turun dan sebelum masa pembukuan yang termasuk pada tradisi Late Antiquity. Pembacaan post-kanonisasi setelah masa pembukuan menjadi mushaf, untuk analisis secara makro dan dikaji secara intelektual khususnya literature Yesaya dalam Perjanjian Lama Bibble Kristen. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya kesamaan tematik mengenai perubahan langit dan bumi tetapi, dengan latar historitas yang berbeda pada ayat ini. Pada Yesaya awal perubahan langit dan bumi ditunjukkan untuk kaum Yahudi Israel pasca pembuangan atau pengusiran yang dialami, kemudian untuk masa kebangkitan secara historis menunjukkan bahwasannya merupakan kebangkitan kaum Yahudi Israel setelah masa penindasan yang mereka alami. Sedangkan pada al-Qur’an perubahan langit dan bumi baru ditunjukkan sebagai peristiwa hari akhir serta tempat padang masyhar untuk menjadi tempat berkumpulnya seluruh umat manusia nantinya. Untuk kebangkitan itu sendiri dipahami sebagai dua kali masa dimana pertama seluruh umat pertama kali dimatikan lalu masa kedua dibangkitkan untuk memulai perhitungan amal perbuatan semasa hidup. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa QS. Ibrahim [14]:48 dan QS. Az-Zumar [34]:68-69 sebagaimana tidak sebagai wacana baru tetapi reintepretasi terhadap tema perubahan langit dan bumi baru yang sudah ada pada wacana Kristen dengan perubahan makna mengenai pergantian bumi dan langit serta hari kebangkitan tersebut. date: 2026-08-19 date_type: published pages: 192 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Tasya Avanti Digdayani, NIM.: 24205031140 (2026) INTERTEKSTUALITAS DALAM KONSEP ESKATOLOGIS AL-QUR’AN DAN YESAYA. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79234/1/24205031140_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79234/2/24205031140_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf