eprintid: 79236 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12243 dir: disk0/00/07/92/36 datestamp: 2026-10-16 06:54:55 lastmod: 2026-10-16 06:54:55 status_changed: 2026-10-16 06:54:55 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id creators_name: Anggy Aulia, NIM.: 23205032013 title: MEMBATASI KETURUNAN DALAM HADIS NABI: KONTEKSTUALISASI PRAKTIK VASEKTOMI PADA LAKI-LAKI (PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN) ispublished: pub subjects: 297.125 divisions: pr_iat_s2 full_text_status: restricted keywords: membatasi keturunan; vasektomi; double movement note: Dr. Ali Imron, M.S.I. abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya polemik di era modern mengenai vasektomi sebagai metode kontrasepsi pria sebagai cara untuk membatasi keturunan yang dikaitkan dengan hadis Nabi tentang ‘azl, khususnya di tengah berkembangnya kebijakan pengendalian penduduk dan meningkatnya kebutuhan keluarga dalam merencanakan keturunan. Perbedaan antara praktik ‘azl pada masa Nabi Muhammad SAW dan vasektomi dalam dunia medis modern menimbulkan kebutuhan akan pemahaman hadis yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: bagaimana pemahaman hadis tentang ‘azl sebagai cara membatasi keturunan pada masa Nabi saw.; dan bagaimana kontekstualisasi hadis tersebut terhadap praktik vasektomi melalui teori Double Movement Fazlur Rahman. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan studi ma’anil hadis dengan menggunakan pendekatan kontekstual yang ditawarkan oleh Double Movement Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang ‘azl berstatus sahih dan menunjukkan kebolehan melakukan ‘azl sebagai metode pengaturan kelahiran yang bersifat sementara, dengan tetap memperhatikan hak istri dan tujuan pernikahan. Analisis melalui teori Double Movement menunjukkan bahwa ideal moral hadis terletak pada tanggung jawab dalam membangun keluarga, menjaga kemaslahatan, serta memelihara fitrah manusia, bukan pada bentuk teknis kontrasepsinya. Oleh karena itu, vasektomi tidak dapat disamakan secara mutlak dengan ‘azl, melainkan harus dipahami berdasarkan tujuan tindakan, kondisi medis, perkembangan ilmu pengetahuan, serta prinsip kemaslahatan dan pencegahan mudarat. Dengan demikian, hadis tentang ‘azl tetap relevan sebagai landasan etis dalam perencanaan keluarga, sedangkan penerapan hukumnya terhadap vasektomi memerlukan pendekatan kontekstual agar tetap selaras dengan nilai-nilai dasar syariat dan kebutuhan masyarakat kontemporer. date: 2026-07-15 date_type: published pages: 217 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Anggy Aulia, NIM.: 23205032013 (2026) MEMBATASI KETURUNAN DALAM HADIS NABI: KONTEKSTUALISASI PRAKTIK VASEKTOMI PADA LAKI-LAKI (PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79236/1/23205032013_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79236/2/23205032013_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf