<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TELAAH PEMIKIRAN RIFFAT HASSAN DAN FATIMA MERNISSI TENTANG GENDER DALAM KAJIAN HADIS TENTANG WANITA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 94531655</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dyah Rosyidah PA</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bersifat kepustakaan murni dengan menggunakan metode diskripsi dengan pendekatan induksi deduksi yang didasarkan kepada tulisan kedua tokoh yaitu Riffat Hassan dan Fatima Mernissi sebagai data primer, serta beberapa buku tentang studi perempuan khususnya tentang gender sebagai pendukung dalam data sekunder. Selain itu penelitian ini menggunakan metode interpretasi, kesinambungan historis dan komparasi dengan memberikan tekanan yang relevan bagi tema yang diteliti kemudian melihat benang merah tokoh yang bersangkutan yang berhubungan dengan lingkungan histories dan pada akhirnya dikomparasikan setelah masing-masing tokoh diuraikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengenal tentang corak pemikiran kedua tokoh yang bersangkutan yakni tentang masalah gender yang senantiasa berkembang dan menjadi discourse yang selalu menarik. Penelitian ini mengkaji tentang pemikiran Riffat Hassan dan Fatima Mernissi yang berkaitan dengan perempuan dan difokuskan pada kajian yang dilakukan kedua tokoh dalam hadis missogini. Adapun hadis-hadis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hadis tentang penciptaan perempuan dari tulang rusuk yang diteliti oleh Riffat, hadis tentang kepemimpinan perempuan, hadis wanita pembawa bencana dan wanita pembatal salat yang diteliti oleh Fatima. Dari hadis-hadis tersebut Riffat dan Fatima kemudian melakukan penelitian ulang dan membuat konstruksi pemikiran baru dalam kerangka melakukan upaya penempan posisi laki-laki dan perempuan secara setara baik dalam hak dan kewajibannya sebagai seorang perempuan. Dari penelitian ini diperoleh jawaban bahwa Riffat Hassan dan Fatima Mernissi, masing-masing menemukan pemikiran yang se-ide, yakni sesungguhnya laki-laki dan perempuan telah diciptakan oleh Allah SWT sebagai penentu tertinggi. Al-Qur'an tidak diragukan lagi telah menempatkan perempuan pada kesetaraan dan menempatkannya dalam suatu hubungan yang diciptakan sebagai makhluk-makhluk yang setara sehingga mereka dapat hidup dalam harmoni dan kesalehan bersama-sama. Kerangka berpikir fenomenologi yang mereka pakai tidak lepas dari peranan aspek psikologi, terutama faktor historis masing-masing tokoh.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.125 Hadis</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Tafsir Hadist</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2000-12-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>