@phdthesis{digilib79276, month = {August}, title = {PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM KESULTANAN SALJUK PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN SANJAR (1118-1157 M)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 19101020098 M.Habib Al Khairi Nasution}, year = {2025}, note = {Dr. Nurul Hak, S. Ag., M. Hum.}, keywords = {Sultan Sanjar, Pendidikan Islam, Kesultanan Saljuk}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79276/}, abstract = {Penelitian ini mengkaji perkembangan pendidikan Islam pada masa pemerintahan Sultan Sanjar (1118?1157 M) dalam konteks Kesultanan Saljuk. Fokus kajian diarahkan pada kontribusi intelektual, kebijakan pendidikan, serta peran sosial-politik Sultan Sanjar dalam perkembangan pendidikan Islam, seperti madrasah dan perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konteks sosio-historis berdirinya Kesultanan Saljuk, menganalisis dinamika pendidikan Islam pada masa kekuasaan Sultan Sanjar, serta menelaah kiprah dan peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan. Dua konsep utama yang menjadi landasan analisis adalah perkembangan dan pendidikan. Konsep perkembangan dipahami sebagai proses perubahan menuju kondisi yang lebih kompleks dan terstruktur, sementara pendidikan dimaknai sebagai proses internalisasi nilai-nilai dan pembentukan kepribadian. Untuk menganalisis proses perkembangan pendidikan tersebut, penelitian ini menggunakan teori Evolusi Multilinier yang menekankan perubahan sosial sebagai proses yang tidak linier tetapi bervariasi sesuai dengan konteks budaya dan sejarah. Di samping itu, teori Peranan Sosial dari Peter Burke digunakan untuk menelaah posisi Sultan Sanjar dalam struktur sosial serta ekspektasi masyarakat terhadap perannya sebagai penguasa yang bertanggung jawab atas kemajuan pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pendekatan biografis dan pendekatan sosiologis. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui empat tahapan sistematis, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sultan Sanjar memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Ia memberikan {$\backslash$}perlindungan dan dukungan terhadap para ilmuwan, filosof, dan ahli pengobatan dari berbagai latar belakang etnis dan agama. Marv, ibu kota kekuasaannya, berkembang menjadi pusat intelektual yang memiliki lebih dari selusin perpustakaan besar, observatorium astronomi, dan madrasah-madrasah yang aktif dalam kegiatan ilmiah. Sanjar tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang mendorong kebebasan berpikir dan pertukaran gagasan. Dalam pandangan masyarakat dan para cendekiawan sezamannya, Sanjar dipandang sebagai pemimpin yang memiliki integritas intelektual dan keberpihakan terhadap kemajuan. Perannya menunjukkan bahwa ia dapat menjadi aktor strategis dalam memperkuat institusi pendidikan, bahkan dalam situasi politik yang penuh tantangan sekalipun.} }