<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>البطولة القومية العربية الإسلامية للشخص خالد بن الوالد في سردية مسلسل فيلم عمر (دراسة تحليلية بنيوية جينية للوسيان جولدمان) = AL DHAKA'U AL 'ATIFIY LI AL SHAKHSIYYAT FI AL RIWAYAH AL MAWT 'AMAL SHAQ LI KHALID KHALIFA (ISTINADAN 'ALA NAZARIYAH DANIEL GOLEMAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 20101010105</mods:namePart><mods:namePart type="family">Roihan Muhammad Wildan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini membahas representasi kepahlawanan Khalid bin Walid dalam serial film Omar, dengan fokus pada dimensi nasionalisme Arab-Islam yang melekat pada karakter tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan strukturalisme genetik yang dikembangkan oleh Lucien Goldmann, yang memandang karya sastra dan budaya sebagai ekspresi dari visi dunia (worldview) suatu subjek kolektif. Dalam konteks ini, film Omar tidak hanya menjadi produk hiburan, tetapi juga menyampaikan narasi ideologis yang mencerminkan aspirasi kultural kelas sosial tertentu di dunia Arab kontemporer.&#13;
Khalid bin Walid digambarkan sebagai tokoh yang merepresentasikan semangat keislaman dan kebangsaan Arab yang kuat, sekaligus mencerminkan nilai-nilai kepahlawanan kolektif seperti keberanian, kesetiaan, dan pengabdian terhadap ummah. Analisis ini menunjukkan bahwa karakter Khalid tidak hanya dibentuk oleh alur cerita film, tetapi juga oleh struktur sosial dan politik yang melatarbelakangi produksi naratif tersebut. Dengan membedah struktur narasi, oposisi biner, dan latar historis, penelitian ini mengungkap bahwa film Omar merekonstruksi masa lalu Islam untuk memenuhi visi dunia kelas menengah Arab-Muslim modern yang mendambakan identitas heroik dan persatuan budaya.&#13;
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa film Omar, melalui karakter Khalid bin Walid, berhasil mengartikulasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam bingkai nasionalisme religius Arab-Islam. Hal ini sekaligus menegaskan posisi film sebagai medium kultural yang memainkan peran penting dalam pembentukan memori kolektif dan identitas ideologis di dunia Arab modern.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">791.4375 Film Reviews/Tinjauan Film</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-07-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>