<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TRANSMISI ILMU KEDOKTERAN GRAECO-ROMAN DAN DAMPAKNYA BAGI DUNIA ISLAM ABAD VIII-XI M: STUDI KASUS TERHADAP AL-QANUN FI AT-TIBB KARYA IBNU SINA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 20101020024</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sofingatun</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Al-Qanun fi al-Tibb adalah ensiklopedia medis komprehensif yang disusun oleh Ibnu Sina. Kitab ini merupakan hasil penggabungan warisan ilmu medis Graeco-Roman dengan pemikiran kritis Ibnu Sina. Al-Qanun fi al-Tibb memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu kedokteran selama berabad-abad dan menjadi salah satu karya yang paling menarik untuk dikaji dalam sejarah kedokteran.&#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses transmisi ilmu kedokteran Graeco-Roman ke dunia Islam, mengkaji bagaimana ilmu tersebut diadaptasi menjadi karya monumental Al-Qanun fi al-Tibb, dan secara spesifik menguraikan dampak signifikan yang dihasilkan karya tersebut terhadap perkembangan ilmu kedokteran selanjutnya, baik di dunia Islam maupun di Eropa. Adapun pendekatan yang digunakan yakni pendekatan historis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori transmisi ilmu pengetahuan R. G. A. Dolby dengan konsep pengetahuan ditransmisikan melalui tiga tahap, yaitu kesadaran, ketertarikan, dan adopsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.&#13;
&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah: Al-Qanun fi al-Tibb karya Ibnu Sina merupakan penyatuan kompleks dari warisan berbagai peradaban. Keberhasilan Ibnu Sina didukung oleh peran krusial Bayt al-Hikmah sebagai pusat penerjemahan, khususnya melalui kontribusi sistematis Hunayn ibn Ishaq yang memastikan akses pada sumber-sumber primer kedokteran Graeco-Roman. Graeco-Roman merupakan fondasi bagi kedokteran rasional. Pengetahuan ini kemudian diserap, dikritik, dan disempurnakan oleh Ibnu Sina, yang secara kritis mengadopsi konsep fundamental sekaligus menyajikan koreksi dan pengembangannya sendiri. Dampak Al-Qanun fi al-Tibb begitu krusial, menjadikannya kurikulum inti di dunia Islam selama berabad-abad dan mendorong kemunculan teori medis yang lebih mutakhir. Pengaruhnya meluas hingga Eropa, Al-Qanun fi al-Tibb dijadikan buku teks standar hingga abad ke-18 M, yang secara signifikan memicu kemajuan kedokteran global.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.9 Islam - Sejarah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-08-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>