@phdthesis{digilib79288, month = {August}, title = {HOLLANDSCH INLANDSCHE SCHOOL (HIS) MUHAMMADIYAH DAN PENGARUHNYA PADA MASYARAKAT SALATIGA, 1932-1950 M}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 20101020079 Riska Ahlis Faziana}, year = {2025}, note = {Riswinarno, SS, MM.}, keywords = {HIS Muhammadiyah, Pendidikan Islam, Perubahan Sosial}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79288/}, abstract = {Penelitian ini membahas tentang sejarah Hollandsch Inlandsche School (HIS) Muhammadiyah dan Pengaruhnya pada Mayarakat di Salatiga pada tahun 1932-1950 M. Sebagai kota kolonial, Salatiga tidak lepas dari kebijakan diskriminasi rasial yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda, termasuk dalam bidang pendidikan, di mana akses dan fasilitas sekolah dibedakan berdasarkan ras dan status sosial. Berdirinya HIS Muhammadiyah Salatiga merupakan bentuk upaya Muhammadiyah dalam menghadirkan alternatif pendidikan yang lebih terjangkau bagi masyarakat pribumi, sekaligus menjadi amal usaha yang berfungsi sebagai sarana dakwah dan penguatan identitas keislaman. Pembahasan dalam penelitian ini difokuskan pada kondisi Kota Salatiga pada masa kolonial, latar belakang dan respons masyarakat terhadap berdirinya HIS Muhammadiyah, serta dampaknya bagi masyarakat Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sebagai alat analisis, penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan teori tindakan sosial untuk menganalisis makna tindakan Muhammadiyah dan masyarakat dalam merespons pendidikan kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HIS Muhammadiyah Salatiga didirikan karena dorongan semangat dakwah dan kebutuhan pendidikan alternatif bagi masyarakat pribumi. Sebagai sekolah Islam pertama di Salatiga yang mengadopsi sistem pendidikan kolonial dengan berbasis nilai-nilai Islam, keberadaan HIS Muhammadiyah mendapatkan respons positif karena menawarkan biaya pendidikan yang lebih murah dibandingkan sekolah pemerintah maupun sekolah Eropa. Selain itu juga karena HIS Muhammadiyah terbuka bagi murid dari latar belakang keagamaan. HIS Muhammadiyah memberikan dampak yang signifikan, antara lain memperluas akses pendidikan bagi masyarakat pribumi, meningkatkan kesadaran sosial-ekonomi, serta memperkuat identitas budaya dan keagamaan Islam di Salatiga. Dengan demikian, HIS Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai sarana perubahan sosial dalam masyarakat kolonial.} }