@phdthesis{digilib79313, month = {August}, title = {????? ???? ??????? ?????? ?????? ????? ??????? ??????? ????? ???????? ???? (????? ?? ????? ??????? ??? ????? ?? ??? ??????) = TARJAMATU KITAB "ISRATIN AL KITAN AL ABYAD" LI MUAMMAR AL KHADAFI WA MUSHKILATU TARJAMATI AL 'IBARAT FIHA (DIRASAH FI MUSHKILAT AL TAKAFU'I 'ALA MUSTAWA MA FAWQ AL KALIMAH))}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 21101010014 Ridwan Ahmad Shohibul Fatah}, year = {2025}, note = {Prof. Dr. H. Ibnu Burdah, S.Ag M.A.}, keywords = {???????? ???????? ?????????? ??????? ?????????? ??????????? ???????, Terjemah, Kesepadanan, Kolokasi, Idiom, Strategi-Strategi Penerjemahan}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79313/}, abstract = {Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, menerjemahkan buku dengan judul Israthin al-Kitab al-Abyadh karya Muammar Khadafi dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Kedua, meneliti masalah kesepadanan pada tataran di atas kata serta menjelaskan strategi penerjemahan dalam buku tersebut, khususnya dalam bentuk kolokasi atau idiomatik yang bersifat ekspresif. Cukup banyak kosa-kata dan ungkapan dalam teks sumber sarat akan muatan budaya, makna kontekstual, dan nuansa bahasa sasaran yang tidak dapat diterjemahkan secara harfiah. Hal ini menjadi tantangan dalam pencarian kesepadanan yang akurat dan komunikatif. Analisis dalam penelitian ini menggunakan kerangka teori dari Mona Baker mengenai kesepadanan dan strategi penerjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran di atas kata ditemukan sejumlah permasalahan, seperti urutan kata yang bersifat politis, kekhasan budaya, kata-kata dengan makna yang kompleks secara semantis, serta istilah yang tidak dapat diterjemahkan secara leksikal dalam bahasa sasaran. Pada level di atas kata, kendala muncul dalam penerjemahan kolokasi, ungkapan idiomatik, dan ungkapan tetap yang tidak umum dalam bahasa Indonesia terutama kolokasi. Permasalahan dan kesulitan dalam penerjemahan kolokasi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: (1) pengaruh gaya bahasa sumber yang kuat (enam data), (2) kesalahan penafsiran makna kolokasi dalam bahasa sumber (lima data), (3) pertentangan antara keakuratan dan kealamian (lima data), (4) kolokasi yang bersifat spesifik budaya (dua data), dan (5) kolokasi yang tidak umum dalam bahasa sumber (dua data). Dengan demikian, pemilihan strategi penerjemahan didasarkan pada pertimbangan konteks, penerimaan budaya, serta kejelasan pesan dalam bahasa sasaran. Adapun strategi penerjemahan yang digunakan meliputi: penerjemahan dengan menggunakan kata yang lebih umum, penerjemahan dengan kata yang lebih netral, penerjemahan dengan substitusi budaya, penerjemahan dengan teknik peminjaman disertai penjelasan, penerjemahan dengan parafrasa menggunakan kata yang berhubungan, parafrasa dengan menggunakan kata yang tidak berhubungan, serta penerjemahan dengan penghapusan.} }