TY - THES N1 - Dr. H. Jarot Wahyudi, S.H MA. ID - digilib79317 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79317/ A1 - Raja Pardamean Harahap, NIM.: 21101010043 Y1 - 2025/07/15/ N2 - Penelitian berjudul Iba Iblis fi Qissat Adam fi al-Qur'an al-Karim (Dirasah Tahliliyyah Nafsiyyah li-Sigmund Freud) ini bertujuan untuk menganalisis aspek kejiwaan yang menyebabkan Iblis menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam dengan menggunakan konsep psikoanalisis Sigmund Freud. Dalam hal ini, penelitian akan terfokus pada ayat-ayat Al-Qur'an yang menceritakan kisah pembangkangan Iblis pada kisah Adam dalam Al-Qur'an. Penulis memilih penelitian ini karena dua alasan: pertama, karena Iblis merupakan tokoh antagonis sentral dalam kisah Adam yang merupakan nenek moyang seluruh manusia. Kedua, penelitian mengenai Iblis pernah dikaji langsung oleh pendiri psikoanalisis, Sigmund Freud, yang menjadi salah satu dasar ketertarikan penulis untuk mengangkat tema ini. Namun, perbedaan utama penelitian ini terletak pada objek kajiannya, yaitu aspek kejiwaan Iblis dalam kisah Adam yang terdapat dalam Al-Qur'an al-Karim. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan psikoanalisis. Langkah-langkah yang ditempuh meliputi pengumpulan data, klasifikasi data, dan analisis data secara mendalam. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat, yaitu metode pengumpulan data yang melibatkan proses membaca secara cermat dan mendalam terhadap sumber-sumber data, baik primer maupun sekunder. Psikoanalisis Sigmund Freud sebagai teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan studi yang mengkaji aspek kejiwaan. Objek formal dalam penelitian ini adalah pembangkangan Iblis, sedangkan objek material dalam penelitian ini adalah aspek kejiwaan pembangkangan Iblis pada kisah Adam yang terdapat dalam Al-Qur'an. Kesimpulannya, melalui penelitian yang menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud ini, ditemukan bahwa kepribadian Iblis menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang ekstrem antara tiga struktur utama kejiwaan: id, ego, dan superego. Id dalam diri Iblis tampak sangat dominan, ditandai oleh dorongan-dorongan primitif yang muncul sebelum pembangkangannya terhadap Allah, seperti kesombongan, merasa unggul, dan iri hati, serta dorongan-dorongan pasca ia dilaknat akibat pembangkangannya, yaitu dendam. Sementara itu, ego Iblis memang berfungsi, tetapi bukan untuk menyeimbangkan dorongan id dengan realitas dan nilai moral. Sebaliknya, ego justru menjadi alat yang dipakai Iblis untuk mewujudkan dorongan-dorongan id-nya secara lebih sistematis. Kemudian, superego dalam diri Iblis tidak berfungsi. Ia tidak menunjukkan rasa bersalah, tidak menyesal, dan tidak punya dorongan untuk memperbaiki diri. Selain itu, Iblis juga menunjukkan berbagai bentuk mekanisme pertahanan diri yang salah, seperti represi, rasionalisasi, proyeksi, pengalihan (displacement), reaksi formasi, dan agresi. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - ?????????: ?????? ??????? ?????? ???????? ?????? ??? ?????? ?????? (Iblis KW - Psikoanalisis Sigmund Freud KW - Kisah Al-Qur?an) M1 - skripsi TI - ???? ????? ?? ??? ??? ?? ?????? ?????? (????? ??????? ????? ???????? ?????) (IBA' IBLIS FI QISSAT ADAM FI AL QUR'AN AL KARIM (DIRASAH TAHLILIYAH NAFSIYAH LI SIGMUND FREUD)) AV - restricted EP - 107 ER -