%0 Thesis %9 Skripsi %A Siti Muzayanah, NIM.: 92221316 %B FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI %D 1998 %F digilib:79343 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Studi Komparatif, Santri Penghafal Al-Qur'an, Ibadah, Pondok Pesantren Putri Walisongo. Studi Komparatif, Santri Penghafal Al-Qur'an, Ibadah, Pondok Pesantren Putri Walisongo. %P 128 %T STUDI KOMPARATIF TERHADAP SANTRI YANG MENGHAFAL AL-QUR'AN DENGAN SANTRI YANG TIDAK MENGHAFAL AL-QUR'AN DALAM BERIBADAH DI PONDOK PESANTREN PUTRI WALISONGO CUKIR JOMBANG %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79343/ %X Menghafal Al-Qur'an (tahfidzul Qur'an) merupakan salah satu upaya untuk memperkaya spiritualitas dan batin, yang diduga kuat memberikan pengaruh positif terhadap amalan religius atau perilaku beribadah seorang Muslim. Lingkungan pesantren menjadi sarana pembentukan karakter religius tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam pelaksanaan ibadah—baik ibadah shalat wajib, shalat sunnah, maupun puasa sunnah—antara santri yang menghafal Al-Qur'an (huffadz) dengan santri yang tidak menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang. Metode Penelitian: Penelitian lapangan (field research) ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 100 santri, yang terbagi menjadi 50 santri penghafal Al-Qur'an (diambil secara acak sederhana/25% dari populasi 200 santri penghafal) dan 50 santri non-penghafal Al-Qur'an (diambil 10% dari populasi 500 santri non-penghafal). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket/kuesioner (sebagai metode utama), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengujian validitas instrumen menggunakan Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Spearman-Brown. Analisis data dilakukan melalui analisis tabel silang, tes statistik Chi-Square ($X^2$), dan Koefisien Kontingensi ($kk$). Hasil Penelitian: Ketepatan Shalat Wajib: Terdapat perbedaan yang signifikan antara santri penghafal dan non-penghafal Al-Qur'an terhadap ketepatan waktu shalat wajib lima waktu. Uji statistik menunjukkan $X^2_{\text{hitung}} (64{,}284) > X^2_{\text{tabel}} (9{,}488 \text{ pada } 5\%)$, dengan Koefisien Kontingensi ($kk$) sebesar $0{,}238$ yang termasuk dalam kategori hubungan rendah tetapi pasti. Keaktifan Shalat Sunnah: Terdapat pengaruh dan perbedaan yang cukup berarti pada pelaksanaan shalat sunnah: Shalat Sunnah Rawatib: $X^2_{\text{hitung}} (33{,}946) > X^2_{\text{tabel}}$, nilai $kk = 0{,}434$ (hubungan cukup berarti). Shalat Sunnah Dhuha: $X^2_{\text{hitung}} (22{,}948) > X^2_{\text{tabel}}$, nilai $kk = 0{,}413$ (hubungan cukup berarti). Shalat Sunnah Tahajjud: $X^2_{\text{hitung}} (258{,}1) > X^2_{\text{tabel}}$, nilai $kk = 0{,}448$ (hubungan cukup berarti). Keaktifan Puasa Sunnah: Terdapat perbedaan signifikan pada pelaksanaan puasa sunnah, di mana $X^2_{\text{hitung}} (32{,}363) > X^2_{\text{tabel}}$ dengan nilai $kk = 0{,}429$ (hubungan cukup berarti). Pengaruh Lingkungan: Uji terhadap variabel kontrol menunjukkan bahwa lingkungan pondok pesantren juga memberikan pengaruh yang signifikan ($kk = 0{,}336$, hubungan rendah tapi pasti) terhadap kedisiplinan beribadah seluruh santri. Kesimpulan: Hipotesis kerja diterima: terdapat perbedaan yang signifikan dalam beribadah antara santri yang menghafal Al-Qur'an dengan santri yang tidak menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang. Proses menghafal Al-Qur'an berkorelasi positif dengan peningkatan amalan ibadah sunnah, sementara kedisiplinan shalat wajib juga didukung oleh kondisi lingkungan pesantren yang homogen dan religius. Kata Kunci: Studi Komparatif, Santri Penghafal Al-Qur'an, Ibadah, Pondok Pesantren Putri Walisongo. %Z Drs. Afif Rifa'i. MS.