relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79390/ title: PERLAWANAN SUBALTERN DALAM NOVEL MASAH KARYA HANI AL-SALIMI creator: Mustabir Halim, NIM.: 22201012003 subject: 892.7309 Analisis - Kesusastraan Arab description: Penelitian ini mengkaji ketertindasan dan perlawanan masyarakat Palestina dalam novel Masah karya Hani al-Salimi. Teori poskolonial yang dibawakan Gayatri C. Spivak digunakan sebagai pendekatan dalam melihat suara subaltern yang tidak didengar dan dipinggirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan masyarakat Palestina menjadi subordinat dan bentuk penindasan yang dialaminya. Fokus utama pada penelitian ini menekankan bagaimana potret subaltern yang dibawakan Hani al-Salimi dalam novel Masah, dan bagaimana perlawanan yang dilakukan subaltern terhadap dominasi yang ada. Penelitian ini berupa studi kepustakaan yang menjadikan karya sastra sebagai objek material kajian, sedangkan penggunaan metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Analisis penelitian dilakukan dengan cara membaca, menelaah, dan membandingkan rujukan bacaan dari yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subaltern dalam novel Masah karya Hani al-Salimi tidak dapat berbicara, meskipun beberapa orang dapat menyuarakan penderitaan dan mampu melakukan perlawanan, tetapi suara mereka tidak dianggap dan didengarkan oleh penjajah. Hani al-Salimi sebagai kaum intelektual menarasikan perjuangan para subaltern yang menderita baik di dalam masyarakat, keluarga, maupun negara, sehingga perjuangan para subaltern dapat didengarkan di seluruh penjuru dunia melalui novelnya yang berjudul Masah. Adapun beberapa faktor yang membuktikan ketidakmampuan subaltern berbicara dalam novel Masah karya Hani al-Salimi yaitu: Penjajahan oleh tentara, perlakuan rasisme, kemiskinan yang menjangkit keadaaan, dan budaya yang tidak ramah bagi orang-orang tidak berdaya. Berdasarkan faktor-faktor tersebut didapati beberapa bentuk perlakuan diskriminasi seperti perampasan lahan, pengawasan dan pembatasan akses terhadap ruang bergerak, diskriminasi terhadap pendidikan, dan penyalahgunaan akses kesehatan yang tidak memadai. Hani al-Salimi sebagai kaum intelektual melalui penelitian ini tidak hanya menggambarkan bagaimana faktor dan bentuk diskriminasi yang diterima oleh subaltern, melainkan Hani al-Salimi juga menggambarkan bagaimana perlawanan dan perjuangan yang diupayakan oleh subaltern. Perlawanan tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari berpura-pura bahagia, melakukan aksi demonstrasi, melancarkan proses pemakaman pada lahan yang dirampas, dan mengelabuhi para tentara penjaga pos perbatasan. date: 2025-06-17 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79390/1/22201012003_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79390/2/22201012003_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Mustabir Halim, NIM.: 22201012003 (2025) PERLAWANAN SUBALTERN DALAM NOVEL MASAH KARYA HANI AL-SALIMI. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.