TY - THES N1 - Subkhani Kusuma Dewi, M.A., Ph.D. ID - digilib79436 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79436/ A1 - M. Faza Nahri, NIM.: 24205031127 Y1 - 2026/06/04/ N2 - Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan phenomenology yang menggunakan sumber data primer yaitu observasi serta wawancara pada pihak yang berrsangkutan serta data sekunder terkait. Pendekatan fenomenologi yang digunakan teori Alfred Schutz. Analisis data dilakukan secara induktif untuk memahmi makna mendalam di balik fenomena living hadis ini. Hasil dari penelitian ini pertama dari aspek praktik tradisi. Tradisi fidyah di Desa Bedaro dikenal dengan sebutan ?ulua mbek?. Praktik ini dilakukan sebelum jenazah dishalatkan dengan cara diputar barang fidyah yang biasa dipakai yaitu emas yang dikonversi dari hitungan beras dan diberikan kepada fakir miskin yang sudah ditunjuk untuk mengikuti. Takaran fidyah dihitung berdasarkan usia si mayyit sejak masa baligh. Kemudian analisis teori Schutz seperti because of motive dan in order to motive. Motif sebab masyarakat melaksanakan tradisi ini karena mengkiuti ajaran leluhur dan tuan-tuan guru yang diyakini membawa keberkahan serta adanya kekhawatiran jika kewajiban agama si mayyit tidak ditunaikan. Motif tujuan yakni membantu meringankan beban si mayyit di akhirat, mengharapkan ampunan Allah SWT serta memperkuat solidaritas sosial dan ketenangan batin bagi keluarga yang ditinggalkan. Ditemukan hasil dari pemahaman masyarakat lokal terhadap hadis yang digunakan dalam praktik fidyah pada saat peneliti melakukan observasi dan wawancara, peneliti melacak validitas hadis ? hadis yang menjadi sandaran masyarakat dalam mempraktikkan fidyah bagi orang meninggal yang dalam hal ini dipahami sebagai ijtihad para guru dan tokoh agama. Dapat peneliti simpulkan tradisi fidyah di Desa Bedaro merupakan manifestasi dari living hadis yang berakar kuat pada nilai budaya lokal dan keyakinan agama. Meskipun bersifat turun-temurun, peneliti menyarankan adanya penyesuaian takaran agar tidak memberatkan keluarga ahli waris di masa mendatang. Kata Kunci: Tradisi Fidyah, Living Hadis, Masyarakat Bedaro PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Tradisi Fidyah KW - Living Hadis KW - Masyarakat Bedaro M1 - masters TI - PEMAHAMAN MASYARAKAT BEDARO TENTANG HADIS-HADIS FIDYAH BAGI ORANG MENINGGAL (STUDI ATAS FENOMENA ORANG MENINGGAL DI DESA BEDARO - JAMBI) AV - restricted EP - 130 ER -