@mastersthesis{digilib79438, month = {August}, title = {TELAAH HISTORIS POPULARITAS AL-ARBA?IN ALNAWAWIYAH}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 24205031117 M. Inul Rizkiy}, year = {2026}, note = {Dr. Muhammad Akmaluddin, M.S.I.}, keywords = {al-Arba?in al-Nawawiyyah, al-Nawawi, Resepsi, Histori}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79438/}, abstract = {Al-Arba?in al-Nawawiyyah merupakan kitab sangat terkanal dalam tradisi Sunni. Kitab ini menurut Jonathan Brown merupakan kitab yang paling banyak dibaca setelah alQuran. Kitab yang paling sahih setelah al-Quran memang {\d S}a{\d h}{\=i}{\d h} al-Bukhari dan {\d S}a{\d h}{\=i}{\d h} Muslim, hanya saja kitab yang paling banyak pembacanya adalah Al-Arba?in alNawawiyyah. Per hari ini, kitab ini sudah memiliki banyak sekali versi cetakan dan terjemahan. Ada yang versi Yordania, Mesir, Arab Saudi dan lain-lain. Kitab ini pun menurut data yang dikumpulkan Martin van Bruinessen merupakan salah satu kitab hadis yang paling banyak dikaji di pesantren Nusantara selain Bulugh al-Maram dan Riya{\d d} al-{\d S}ali{\d h}in. Penelitian ini akan mengungkap dua hal, yaitu sejarah penerimaan alArba?in al-Nawawiyyah, siapa, kapan, dan di mana kitab ini mulai masyhur hingga sangat populer saat ini. Fokus kedua penelitian ini adalah mengurai faktor popularitas kitab ini dibandingkan kitab arba?in lain yang menurut Swantje Batschat jumlahnya lebih dari lima ratusan kitab. Kitab arba?inat sangat banyak dan terus berkembang dari masa ke masa sejak abad kedua hijriah. Penelitian ini akan menjabarkan faktor popularitas al-Arba?{\=i}n dibandingkan yang lain. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan teori resepsi Hans Robert Jauss yang menekankan pada respon pembaca dalam mengungkap sejarah karya. Pembahasan akan dilakukan secara diakronik dimulai dari perkembangan kitab arba?{\=i}n{\=a}t hingga penerimaan al-Arba?in dalam bentuk syarah, {\d h}{\=a}syiah, hingga takhrij terhadap al-Arba?in. Penelitian ini menemukan bahwa al-Arba?in mulai populer sejak awal-awal kitab itu ditulis. Hal ini bisa dilihat dari penulisan syarah yang dilakukan sejak awal-awal kitab itu ditulis sekitar abad VIII hijriah. Tradisi syarah ini terus berkembang hingga saat ini. al-Arba?{\=i}n mulai populer di Damaskus di abad VII-VIII kemudian di abad IX hingga abad XII kitab ini sangat populer di Mesir. Adapun faktor popularitas kitab ini ialah tradisi rihlah sebagaimana yang dilakukan Ibn Fara{\d h} al-Isybili, peran murid semisal Ibn al-?A{\d t}{\d t}ar dan Ibn Rajab, peran institusi seperti D{\=a}r al-{\d H}adi{\.s} al-Asyrafiyyah sebagai institusi tempat al-Nawaw{\=i}, kebaruan dan pemilihan hadis, adaptif, dan terakhir ialah pritnt culture dan digitalisasi al-Arba?{\=i}n. Dengan demikiam, popularitas suatu kitab tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui proses seleksi yang kompleks dalam perjalanan sejarahnya. Kata kunci: al-Arba?in al-Nawawiyyah, al-Nawawi, Resepsi, Histori} }