<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KRITIK SANAD DAN MATAN HADIS: REORIENTASI MAKNA HADIS LAN YUFLIḤA QAWMUN WALLAW AMRAHUM IMRA'ATAN SERTA EVALUASI MELALUI KONSEP JUSTICE AS FAIRNESS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031032</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ahmad Al Haitami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Hadis Lan Yufliḥa Qawmun Wallaw Amrahum Imra’atan merupakan salah&#13;
satu hadis yang paling banyak dirujuk dalam diskursus kepemimpinan perempuan&#13;
di dalam Islam. Perbedaan pemahaman terhadap hadis ini melahirkan beragam&#13;
pandangan mengenai kedudukan perempuan dalam kepemimpinan publik, mulai&#13;
dari pelarangan secara mutlak hingga kebolehan berdasarkan konteks tertentu.&#13;
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama hadis ini tidak hanya&#13;
terletak pada autentisitasnya, tetapi juga pada konstruksi makna yang dibangun&#13;
terhadap matannya. Penelitian ini berangkat dari argumentasi bahwa fokus&#13;
pemaknaan hadis Lan Yufliḥa Qawmun Wallaw Amrahum Imra’atan tidak&#13;
semestinya diletakkan pada kata imra’ah (perempuan), melainkan pada qawm&#13;
sebagai mekanisme sosial-politik yang menentukan keberhasilan atau kegagalan&#13;
suatu kepemimpinan. Berdasarkan argumentasi tersebut, penelitian ini bertujuan&#13;
untuk menganalisis autentisitas hadis, mengkaji kritik makna matan melalui&#13;
penggeseran fokus pemaknaan dari imra’ah kepada qawm, serta mengevaluasi&#13;
pembacaan tersebut melalui konsep Justice as Fairness John Rawls. Penelitian ini&#13;
merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif&#13;
dan metode deskriptif-analitis. Analisis dilakukan melalui tahapan takhrij hadis,&#13;
kritik sanad, kritik matan, analisis historis-sosiologis, serta evaluasi menggunakan&#13;
teori keadilan John Rawls..&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Lan Yufliḥa Qawmun Wallaw&#13;
Amrahum Imra’atan berstatus sahih karena memenuhi kriteria kesahihan sanad dan&#13;
didukung oleh jalur periwayatan yang kuat. Namun, kesahihan hadis tidak&#13;
mengharuskan pemahamannya bersifat literal dan universal. Kritik makna matan&#13;
menunjukkan bahwa hadis tersebut lahir dalam konteks krisis politik Kerajaan&#13;
Persia dan kembali digunakan oleh Abu Bakrah dalam konteks Perang Jamal&#13;
sehingga lebih tepat dipahami sebagai informasi mengenai kondisi sosial-politik&#13;
tertentu daripada sebagai larangan mutlak terhadap kepemimpinan perempuan.&#13;
Penelitian ini juga menemukan tiga tipologi pemahaman ulama, yaitu tekstual,&#13;
moderat, dan kontekstual. Di antara ketiganya, pembacaan yang menggeser fokus&#13;
pemaknaan dari imra’ah kepada mekanisme qawm lebih selaras dengan prinsip&#13;
Justice as Fairness, khususnya prinsip equal liberty dan fair equality of opportunity.&#13;
Dengan demikian, keberhasilan atau kegagalan suatu kepemimpinan tidak&#13;
ditentukan oleh jenis kelamin pemimpin, melainkan oleh kualitas kepemimpinan,&#13;
mekanisme sosial-politik, serta keadilan dalam distribusi kesempatan. Penelitian ini&#13;
berkontribusi terhadap pengembangan kajian kritik matan hadis melalui pendekatan&#13;
interdisipliner yang mengintegrasikan studi hadis dengan filsafat politik modern.&#13;
Kata Kunci: Kritik Matan Hadis, Kepemimpinan Perempuan, Justice as Fairness, reorientasi Makna Hadis</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Alqur’an dan Tafsir </mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>