%A NIM.: 24205031012 Karunia Rizki Ma’arif Amin %O Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I., M.A %T KOMODIFIKASI HADIS DALAM STRATEGI DIGITAL MARKETING TRAVEL HAJI DAN UMRAH: STUDI KOMPARATIF AKUN INSTAGRAM DI INDONESIA %X Perkembangan digital menjadikan Instagram sebagai platform utama promosi travel haji dan umrah di Indonesia, namun hadirnya hadis secara konsisten dalam konteks komersial menimbulkan risiko reduksi makna, penyebaran hadis tanpa sanad yang valid, dan pergeseran otoritas keagamaan dari ulama ke pelaku industri travel. Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut, dengan merumuskan tiga pertanyaan utama: bagaimana bentuk komodifikasi hadis dalam konten digital marketing akun Instagram travel haji dan umrah di Indonesia; bagaimana hadis digunakan sebagai strategi persuasi komersial dalam promosi layanan travel; serta bagaimana perbandingan praktik komodifikasi hadis antar akun Instagram travel haji dan umrah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten (content analysis) terhadap postingan Instagram tiga akun objek penelitian, yaitu @paiumrohtravel, @isratour.id, dan @alburaqindonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi berupa screenshot postingan, video, Reels, dan caption yang mengandung hadis. Analisis mengacu pada teori komodifikasi Vincent Mosco untuk melihat transformasi nilai guna hadis menjadi nilai tukar dalam sistem ekonomi digital. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, komodifikasi hadis terwujud dalam tiga pola: melalui visual branding, melalui narasi persuasif, dan melalui konten audio-visual. Kedua, hadis difungsikan sebagai strategi persuasi komersial melalui mekanisme yang berbeda: @paiumrohtravel menggunakan storytelling emosional eksplisit dengan call-to-action langsung yang menciptakan efek fear of missing out (FOMO) religius; @isratour.id menerapkan komodifikasi implisit melalui hadis yang dikemas secara edukatif untuk membangun kepercayaan jangka panjang; sementara @alburaqindonesia menggunakan pendekatan kombinatif yang mengintegrasikan hadis, testimoni jamaah, dan detail paket dalam satu narasi kohesif. Ketiga, meskipun pola komodifikasi berbeda, ketiganya menghasilkan implikasi yang sama terhadap pemahaman keagamaan audiens, yaitu pemahaman yang bersifat fragmentaris, pragmatis, dan emosional di mana hadis lebih dipahami sebagai motivasi konsumsi ibadah daripada sebagai teks yang memerlukan kajian kontekstual mendalam. Fenomena ini mempertegas peran Instagram sebagai aktor mediasi aktif yang mengubah dakwah digital menjadi bagian dari sistem ekonomi religi yang kompetitif, di mana simbol-simbol keagamaan diolah untuk memenuhi logika algoritma dan mencapai target konversi pemasaran. Kata Kunci: Komodifikasi hadis, digital marketing, Instagram, Vincent Mosco. %K Komodifikasi hadis, digital marketing, Instagram, Vincent Mosco. %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib79447