@phdthesis{digilib79448, month = {July}, title = {KONTEKSTUALISASI HADIS YAMIN AL-FAJIR DAN RELEVANSINYA TERHADAP SUMPAH JABATAN}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105050042 Mukhammad Fiqi Kurniawan}, year = {2026}, note = {Asrul, M.Hum}, keywords = {Yamin al-Fajir; Ma?ani al-Hadi{\.s}, Sumpah Jabatan, kontekstualisasi.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79448/}, abstract = {Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pelanggaran sumpah yang dilakukan oleh pejabat publik melalui tindakan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan bentuk pelanggaran amanah lainnya. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara sumpah jabatan yang diucapkan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hadis Yam{\=i}n al-F{\=a}jir, mengkontekstualisasikan pemahamannya, serta menjelaskan relevansinya terhadap pelaksanaan sumpah jabatan pada masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan ma?{\=a}n{\=i} al-{\d h}ad{\=i}{\.s} menggunakan teori M. Syuhudi Ismail. Sumber data primer penelitian ini adalah hadis riwayat {\d S}a{\d h}{\=i}{\d h} al-Bukh{\=a}r{\=i} Nomor 2285, sedangkan sumber data sekundernya berupa kitab-kitab hadis, buku, artikel jurnal, dan literatur lain yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Yam{\=i}n al-F{\=a}jir berstatus sahih dan tidak mengandung unsur sy{\=a}{\.z} maupun ?illat. Berdasarkan teori M. Syuhudi Ismail, hadis ini dipahami melalui analisis bentuk matan, fungsi Nabi, dan asb{\=a}b al-wur{\=u}d. Analisis tersebut menunjukkan bahwa konteks lokal hadis berkaitan dengan sengketa tanah dan penggunaan sumpah sebagai alat pembuktian hukum, sedangkan substansi universalnya adalah larangan melakukan pelanggaran sumpah untuk mengambil hak orang lain secara tidak sah. Berdasarkan substansi universal tersebut, hadis Yam{\=i}n al-F{\=a}jir dapat dikontekstualisasikan pada berbagai bentuk penggunaan sumpah dalam kehidupan modern, termasuk sumpah jabatan. Relevansi hadis dengan sumpah jabatan terletak pada nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab yang harus diwujudkan oleh setiap pejabat dalam menjalankan kewenangan dan amanah jabatannya. Oleh karena itu, hadis Yam{\=i}n al-F{\=a}jir tetap relevan sebagai landasan etis dalam mencegah penyalahgunaan kewenangan, korupsi, jual beli jabatan, serta berbagai bentuk pelanggaran terhadap sumpah jabatan. Kata kunci: Yam{\=i}n al-F{\=a}jir; Ma?{\=a}n{\=i} al-Had{\=i}{\.s}, Sumpah Jabatan, kontekstualisasi.} }