<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KONTEKSTUALISASI HADIS YAMIN AL-FAJIR DAN RELEVANSINYA TERHADAP SUMPAH JABATAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105050042</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mukhammad Fiqi Kurniawan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pelanggaran sumpah yang&#13;
dilakukan oleh pejabat publik melalui tindakan korupsi, penyalahgunaan&#13;
wewenang, dan bentuk pelanggaran amanah lainnya. Fenomena tersebut&#13;
menunjukkan adanya kesenjangan antara sumpah jabatan yang diucapkan dengan&#13;
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk memahami&#13;
hadis Yamīn al-Fājir, mengkontekstualisasikan pemahamannya, serta menjelaskan&#13;
relevansinya terhadap pelaksanaan sumpah jabatan pada masa kini. Penelitian ini&#13;
merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan ma’ānī&#13;
al-ḥadīṡ menggunakan teori M. Syuhudi Ismail. Sumber data primer penelitian ini&#13;
adalah hadis riwayat Ṣaḥīḥ al-Bukhārī Nomor 2285, sedangkan sumber data&#13;
sekundernya berupa kitab-kitab hadis, buku, artikel jurnal, dan literatur lain yang&#13;
relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitis.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Yamīn al-Fājir berstatus sahih&#13;
dan tidak mengandung unsur syāż maupun ‘illat. Berdasarkan teori M. Syuhudi&#13;
Ismail, hadis ini dipahami melalui analisis bentuk matan, fungsi Nabi, dan asbāb&#13;
al-wurūd. Analisis tersebut menunjukkan bahwa konteks lokal hadis berkaitan&#13;
dengan sengketa tanah dan penggunaan sumpah sebagai alat pembuktian hukum,&#13;
sedangkan substansi universalnya adalah larangan melakukan pelanggaran sumpah&#13;
untuk mengambil hak orang lain secara tidak sah. Berdasarkan substansi universal&#13;
tersebut, hadis Yamīn al-Fājir dapat dikontekstualisasikan pada berbagai bentuk&#13;
penggunaan sumpah dalam kehidupan modern, termasuk sumpah jabatan.&#13;
Relevansi hadis dengan sumpah jabatan terletak pada nilai-nilai kejujuran, amanah,&#13;
dan tanggung jawab yang harus diwujudkan oleh setiap pejabat dalam menjalankan&#13;
kewenangan dan amanah jabatannya. Oleh karena itu, hadis Yamīn al-Fājir tetap&#13;
relevan sebagai landasan etis dalam mencegah penyalahgunaan kewenangan,&#13;
korupsi, jual beli jabatan, serta berbagai bentuk pelanggaran terhadap sumpah&#13;
jabatan.&#13;
Kata kunci: Yamīn al-Fājir; Ma‘ānī al-Hadīṡ, Sumpah Jabatan, kontekstualisasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.21 Ilmu Hadis</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>