<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>RESEPSI MASYARAKAT MAJENE TERHADAP HADIS KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DALAM BUDAYA ‘SIBALIPARRIQ’ ( STUDI LIVING HADIS)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105050021</mods:namePart><mods:namePart type="family">Maulana Fadel Nugraha</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Living&#13;
Hadis yang menenkankan pada bagaimana hadis dipahami, dimaknai, dan dihidupi&#13;
dalam paraktik sosial masyarakat. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara&#13;
mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap masyarakat Majene,&#13;
termasuk pada pasangan suami dan istri, tokoh agama, serta tokoh budayawan yang&#13;
terlibat dalam praktik Sibaliparriq. Data yang diperoleh kemudian dianalisis&#13;
menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbet Mead untuk&#13;
memahami proses pembentukan makna sosial melalui interaksi dan simbol budaya.&#13;
Pendekatan ini digunakan untuk melihat bagaimana nilai-nilai hadis tidak selalu&#13;
dipahami secara tekstual. Tetapi mengalami proses internalisasi melalui&#13;
pengalaman sosial, tradisi, dan praktik kehidupan sehari-hari masyarakat Majene.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Sibaliparriq merupakan&#13;
bentuk resepsi kontekstual dan simbolik terhadap hadis keharmonisan rumah&#13;
tangga. Nilai-nilai hadis seperti kerja sama, kasih sayang, dan tanggung jawab&#13;
bersama, dan saling menghormati terwujud dalam pola relasi suami dan istri,&#13;
pembagian peran domestik dan ekonomi, serta praktik kehidupan keluarga&#13;
masyrakat Majene, meskipun tidak selalu dirujuk secara langsung pada teks hadis.&#13;
Melalui proses interaksi sosial yang berkelanjutan, nilai-nilai hadis mengalami&#13;
transformasi menjadi simbol budaya yang dipahami sebagai standar ideal dalam&#13;
membangun keluarga harmonis. Penelitian menyimpulkan bahwa budaya&#13;
Sibaliparriq berperan sebagai media transmisi sekaligus aktualisasi nilai-nilai hadis&#13;
dalam kehidupan rumah tangga masyarakat Majene, sehingga menunjukkan bahwa&#13;
hadis tidak hanya hidup dalam teks keagamaan, melainkan juga berkembang secara&#13;
dinamis dalam praktik budaya lokal sebagai bentuk integrasi antar agama dan&#13;
tradisi dalam masyrakat muslim Indonesia.&#13;
Kata kunci: Living Hadis, keharmonisan rumah tangga, resepsi hadis, Sibaliparriq, Majene</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.21 Ilmu Hadis</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>