<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>RESEPSI KOMUNITAS AL AMIN YOGYAKARTA&#13;
TERHADAP ISU POLEMIK NASAB HABAIB&#13;
BA‘ALAWI DALAM TAYANGAN YOUTUBE ‘BISIKAN&#13;
RHOMA’ EPISODE 130</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102010047</mods:namePart><mods:namePart type="family">Najwa Azzahra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori&#13;
encoding/decoding Stuart Hall sebagai kerangka analisis. Data dihimpun melalui&#13;
studi dokumentasi media dan wawancara mendalam terhadap 19 informan yang&#13;
merupakan seluruh anggota Komunitas Al-Amin Yogyakarta, kemudian divalidasi&#13;
melalui triangulasi sumber dan member check. Respons informan dipetakan ke&#13;
dalam tiga posisi decoding Hall, dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional&#13;
dilengkapi persentase frekuensi sederhana untuk memperkuat deskripsi temuan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Al Amin Yogyakarta&#13;
bersifat aktif, kritis, dan beragam. Tidak satu pun informan berada pada posisi&#13;
Dominant-Hegemonic Reading (0%). Mayoritas informan, yaitu 11 dari 19 orang&#13;
(57,9%), berada pada posisi Negotiated Reading, sementara 8 informan (42,1%)&#13;
berada pada posisi Oppositional Reading. Ketiadaan posisi dominant-hegemonic&#13;
mengindikasikan tingginya keterlibatan personal informan terhadap isu yang&#13;
menyangkut identitas nasab mereka sendiri. Kecenderungan Negotiated Reading&#13;
dipengaruhi oleh sosialisasi primer keluarga, kepentingan pribadi atas identitas&#13;
genealogis, serta kepemilikan bukti dan pengetahuan tandingan; sementara&#13;
Oppositional Reading muncul sebagai bentuk resistensi atas ancaman terhadap&#13;
identitas. Temuan ini menegaskan relevansi teori encoding/decoding Hall dalam&#13;
menganalisis resepsi khalayak terhadap isu keagamaan sensitif di media digital,&#13;
sekaligus menunjukkan bahwa semakin personal keterlibatan khalayak dengan isu&#13;
yang diangkat, semakin kecil peluang munculnya penerimaan pasif terhadap makna&#13;
dominan media.&#13;
Kata kunci: Resepsi, Encoding/Decoding, Nasab Habaib Ba'alawi, YouTube,&#13;
Komunitas Al-Amin</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.6 Dakwah dan Penyiaran Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>