@phdthesis{digilib79521, month = {August}, title = {REPRESENTASI RELASI KUASA AGAMA DALAM FILM TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22102010103 Rizki Dian Novitasari}, year = {2026}, note = {Dian Eka Permanasari., S.Ds., M.A.}, keywords = {Michel Foucault; Relasi kuasa agama; Representasi; Semiotika Roland Bartes; Stuart Hall}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79521/}, abstract = {Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa karya Hanung Bramantyo menampilkan penyalahgunaan otoritas agama dan eksploitasi perempuan dalam komunitas keagamaan. Sebagai media komunikasi, film tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mengonstruksi makna mengenai otoritas agama, relasi kuasa, dan posisi perempuan melalui dialog, simbol, dan visual yang ditampilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi relasi kuasa agama dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui tahap denotasi, konotasi, dan mitos. Teori representasi Stuart Hall digunakan untuk memahami bagaimana film membangun makna. Hasil analisis kemudian diinterpretasikan menggunakan konsep relasi kuasa Michel Foucault yang meliputi kuasa/pengetahuan, kuasa disiplin, dan subjektivikasi. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi berupa adegan, dialog, ekspresi, dan unsur audioviusal dalam film.Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi relasi kuasa agama dalam film dibangun melalui tiga mekanisme yang saling berkaitan. Kuasa/pengetahuan tampak melalui produksi dan penyebaran wacana agama serta penggunaan simbol kesalehan sebagai legitimasi otoritas. Kuasa disilpin terlihat melalui pengawasan, pengendalian, serta pemberian sanksi sosial. Subjektivikasi ditunjukkan melalui proses internalisasi norma, negosiasi identitas keagamaan, dan perlawanan terhadap penyalahgunaan otoritas agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film merepresentasikan relasi kuasa agama melalui konstruksi makna yang dibangun lewat dialog, penempatan tokoh, simbol kesalehan, kontras ruang publik dan privat, penggunaan media, serta perubahan posisi visual tokoh Kiran. Kata Kunci: Michel Foucault; Relasi kuasa agama; Representasi; Semiotika Roland Bartes; Stuart Hall} }