<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMBERDAYAAN EKONOMI PESANTREN MELALUI HEBITREN: STUDI IMPLEMENTASI GREENHOUSE MELON DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102030066</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ina Rotudduja</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Jumlah santri di Indonesia lebih dari sembilan juta. Pesantren memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, dan moral. Namun dalam menghadapi perubahan sosial dan tuntunan dunia kerja, pembekalan pendidikan keagamaan perlu dilengkapi dengan keterampilan praktis dan kewirausahaan. Di Indonesia ada program pemberdayaan pesantren yang dilakukan Bank Indonesia, yaitu di bawah Hebitren berupa usaha pertanian greenhouse melon. Pesantren Assalafiyyah merupakan salah satu pondok pesantren yang mendapatkan program ini sejak dari awal. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan melihat bagaimana implementasi, faktor penghambat dan pendukung, serta hasil program Hebitren. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program greenhouse melon di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi dilakukan melalui enam tahap yaitu perencanaan, pengajuan program, pembentukan organisasi, pelaksanaan, pengawasan, dan penjualan. Faktor pendukung program greenhouse meliputi ketersediaan lahan pesantren, dukungan dari kelembagaan Hebitren dan Bank Indonesia, serta ketersediaan unit usaha BUMP. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya SDM yang terampil sehingga kemudian program sangat tergantung oleh tenaga ahli dari luar yaitu Pesantren Madaniah. Hal ini terjadi karena program sebelumnya yang dijalankan oleh santri tidak berhasil. Hasil program greenhouse melon meliputi bertambahnya pendapatan, daya tarik kunjungan, peluang memperoleh bantuan, pemasaran dan optimalisasi lahan, namun program ini belum mampu menggerakkan santri untuk belajar di bidang pertanian.&#13;
Kata kunci; Assalafiyyah, Bank Indonesia, greenhouse melon, Hebitren, Pemberdayaan pesantren</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pengembangan Masyarakat Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>