<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KEBERFUNGSIAN KELUARGA PASANGAN&#13;
PERNIKAHAN DINI PADA LIMA TAHUN PERTAMA&#13;
RUMAH TANGGA: STUDI KASUS DUSUN JAMBON,&#13;
GANDUREJO, BULU, TEMANGGUNG, JAWA TENGAH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102050002</mods:namePart><mods:namePart type="family">Elok Cahyaning Wulandari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya fenomena pernikahan dini yang masih&#13;
terjadi di masyarakat serta berbagai tantangan yang dihadapi pasangan pada lima&#13;
tahun pertama kehidupan rumah tangga. Kondisi tersebut menuntut pasangan untuk&#13;
mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan peran, tanggung jawab, dan&#13;
dinamika kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan&#13;
keberfungsian keluarga pasangan pernikahan dini pada lima tahun pertama rumah&#13;
tangga di Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Penelitian&#13;
ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik&#13;
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan&#13;
dokumentasi, dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian psikososial pasangan pernikahan dini&#13;
memiliki dinamika yang berbeda pada setiap pasangan. Penyesuaian tersebut&#13;
ditunjukkan melalui kemampuan menyelesaikan masalah, membangun komunikasi&#13;
yang terbuka, menjalankan pembagian tugas dalam keluarga, memberikan&#13;
perhatian dan keterlibatan emosional, serta menerapkan aturan keluarga sesuai&#13;
dengan nilai yang dianut. Selain itu, penyesuaian psikososial juga dipengaruhi oleh&#13;
kemampuan pasangan menyesuaikan diri terhadap peran baru sebagai suami, istri,&#13;
dan orang tua, kemampuan meregulasi emosi dalam menghadapi konflik rumah&#13;
tangga, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap pembentukan identitas. Pasangan&#13;
yang menikah dengan kesiapan psikologis, sosial, dan ekonomi yang lebih baik&#13;
cenderung mampu membangun hubungan rumah tangga yang lebih harmonis dan&#13;
menjalankan fungsi keluarga secara optimal. Sebaliknya, pasangan yang menikah&#13;
karena kehamilan di luar nikah atau tekanan lingkungan mengalami proses&#13;
penyesuaian yang lebih kompleks akibat keterbatasan kesiapan, kondisi ekonomi,&#13;
dan konflik dalam keluarga. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan&#13;
penyesuaian psikososial pasangan pernikahan dini dipengaruhi oleh kesiapan&#13;
individu, dukungan keluarga, kondisi ekonomi, serta kemampuan pasangan&#13;
beradaptasi dalam menjalankan peran dan fungsi keluarga pada lima tahun pertama&#13;
kehidupan rumah tangga.&#13;
Kata kunci: Pasangan pernikahan Dini, Keberfungsian Keluarga, Penyesuaian&#13;
Psikososial</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Kesejahteraan Sosial</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-16</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>