<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH INTENSITAS DAN ATENSI PADA KONTEN&#13;
KPOPFICATION DI X TERHADAP PARTISIPASI POLITIK PEMILIH&#13;
PEMULA&#13;
(STUDI SURVEY PADA PENGGEMAR KPOP FOLLOWERS AKUN X @ANIESBUBBLE )</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21107030080</mods:namePart><mods:namePart type="family">Galuh Namora Putri Siregar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fenomena Kpopfication dalam kampanye politik digital menjadi salah satu karakteristik&#13;
yang menonjol pada Pemilihan Presiden Indonesia 2024. Pemanfaatan budaya fandom Kpop&#13;
sebagai strategi komunikasi politik, khususnya melalui akun X @aniesbubble,&#13;
menunjukkan perubahan pola penyebaran informasi politik yang lebih dekat dengan&#13;
budaya populer dan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh&#13;
intensitas dan atensi terhadap konten Kpopfication di media sosial X terhadap partisipasi&#13;
politik pemilih pemula. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode&#13;
survei terhadap 100 responden berusia 18–24 tahun yang merupakan pengikut akun&#13;
@aniesbubble sekaligus penggemar K-pop. Sampel ditentukan menggunakan teknik nonprobability&#13;
sampling dengan perhitungan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan&#13;
regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan antar variabel.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas terpaan konten Kpopfication berpengaruh&#13;
positif dan signifikan terhadap partisipasi politik (B = 0,762; p &lt; 0,05), sedangkan atensi&#13;
tidak berpengaruh secara signifikan (p = 0,947). Secara simultan, intensitas dan atensi&#13;
berpengaruh signifikan terhadap partisipasi politik dengan nilai koefisien determinasi&#13;
sebesar 48% (R² = 0,480). Temuan ini mengindikasikan bahwa pembentukan partisipasi&#13;
politik melalui konten Kpopfication lebih banyak terjadi melalui mekanisme&#13;
mainstreaming dalam Teori Kultivasi, yaitu akibat paparan media yang berulang,&#13;
dibandingkan mekanisme resonance yang menuntut keterlibatan kognitif lebih mendalam.&#13;
Penelitian ini memperluas penerapan Teori Kultivasi dalam konteks kampanye politik&#13;
berbasis fandom di media sosial serta memberikan gambaran mengenai dinamika&#13;
partisipasi politik digital pemilih pemula.&#13;
Kata Kunci: Kpopfication; intensitas media; partisipasi politik; pemilih pemula; Teori&#13;
Kultivasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>