%0 Thesis %9 Skripsi %A M. Zulfikrullah, NIM.: 22104010009 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:79586 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Guru PAI, Internalisasi Nilai, Kearifan Lokal, Maja Labo Dahu, Penguatan Karakter %P 133 %T STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM INTERNALISASI NILAI KEARIFAN LOKAL MAJA LABO DAHU UNTUK PENGUATAN KARAKTER SISWA DI SDN INPRES RASABOU 2 BIMA %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79586/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai tergerusnya nilai kearifan lokal Maja labo dahu sebagai kontrol moral masyarakat Bima akibat penggunaan Handphone yang tidak terkontrol dan melemahnya pengawasan keluarga, yang tampak dari gejala siswa bercanda saat salat berjemaah, mencontek, serta kedisiplinan yang mulai longgar di SDN Inpres Rasabou 2. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menginternalisasi nilai kearifan lokal Maja labo dahu, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis implikasinya terhadap penguatan karakter siswa di SDN Inpres Rasabou 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian ditentukan secara purposive, terdiri atas dua Guru PAI dan Wakil Wakil kepala sekolah sebagai informan kunci, serta empat siswa kelas IV dan V sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI menginternalisasi nilai Maja labo dahu melalui empat strategi yang berjalan simultan, yaitu nasihat lisan (ngoa ra tei), keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan ibadah, serta pengawasan dan sanksi edukatif (muraqabah), yang sejalan dengan empat pilar metode penanaman akhlak Abdullah Nashih Ulwan. Faktor pendukungnya meliputi sinergi kebijakan dan budaya sekolah, ketersediaan sarana ibadah, serta resiliensi guru, sedangkan faktor penghambat dominan adalah kesenjangan pengawasan keluarga dan variasi karakter individual siswa. Internalisasi nilai tersebut berimplikasi nyata terhadap penguatan kejujuran akademik, kedisiplinan ibadah, dan sikap sopan santun siswa, meskipun tingkat keberhasilannya bervariasi antarindividu sesuai kesiapan psikologis masing-masing siswa. %Z Syarif Hidayatullah, S.Ag., M.Ag., M.A.