@phdthesis{digilib79589, month = {August}, title = {ANALISIS MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) DALAM MENYELESAIKAN SOAL KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PADA MATERI ALJABAR KELAS VII}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22104040039 Ragil Muhammad Husein}, year = {2026}, note = {Dr. Sintha Sih Dewanti, S.Pd. Si., M.Pd. Si.}, keywords = {Miskonsepsi, Certainty Of Response Index (CRI), Representasi Matematis, Aljabar}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79589/}, abstract = {Representasi matematis merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran matematika, seperti halnya yang tertuang dalam NCTM (National Council of Teachers of Mathematics). Representasi matematis sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan mengungkapkan atau merepresentasikan gagasan/ide, konsep maupun hubungan matematis dalam berbagai bentuk untuk memfasilitasi pemecahan masalah matematis. Masalah rendahnya kemampuan representasi matematis peserta didik masih menjadi momok tersendiri dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap ilmu matematika. Hal tersebut disebabkan oleh salah satu faktor penyebab yaitu, terjadinya miskonsepsi yang dialami peserta didik. Oleh karena itu perlu adanya identifikasi terhadap miskonsepsi ini, termasuk dengan menggunakan metode CRI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis miskonsepsi dan faktor penyebab miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal cerita kemampuan representasi matematis pada materi aljabar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di MTs Negeri 1 Yogyakarta dengan subjek siswa kelas VII. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan representasi matematis yang dilengkapi dengan Certainty of Response Index (CRI), wawancara semi terstruktur, dan angket. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi tes, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi pada representasi verbal, visual, dan simbolik. Jenis miskonsepsi yang ditemukan meliputi miskonsepsi korelasional, teoritikal, dasar, dan kesalahan interpretasi bahasa. Selain itu, ditemukan kesalahan perhitungan yang tidak termasuk kategori miskonsepsi karena disebabkan oleh kurangnya ketelitian siswa. Faktor penyebab miskonsepsi berasal dari faktor internal dan eksternal, dengan faktor siswa sebagai faktor yang paling dominan, terutama prakonsepsi yang kurang tepat dan intuisi yang keliru dalam memahami konsep aljabar.} }