<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) DALAM MENYELESAIKAN SOAL KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PADA MATERI ALJABAR KELAS VII</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104040039</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ragil Muhammad Husein</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Representasi matematis merupakan salah satu keterampilan yang harus&#13;
dimiliki peserta didik dalam pembelajaran matematika, seperti halnya yang tertuang&#13;
dalam NCTM (National Council of Teachers of Mathematics). Representasi&#13;
matematis sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan mengungkapkan atau&#13;
merepresentasikan gagasan/ide, konsep maupun hubungan matematis dalam&#13;
berbagai bentuk untuk memfasilitasi pemecahan masalah matematis. Masalah&#13;
rendahnya kemampuan representasi matematis peserta didik masih menjadi momok&#13;
tersendiri dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap ilmu&#13;
matematika. Hal tersebut disebabkan oleh salah satu faktor penyebab yaitu,&#13;
terjadinya miskonsepsi yang dialami peserta didik. Oleh karena itu perlu adanya&#13;
identifikasi terhadap miskonsepsi ini, termasuk dengan menggunakan metode CRI.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis miskonsepsi dan faktor&#13;
penyebab miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal cerita kemampuan&#13;
representasi matematis pada materi aljabar. Penelitian menggunakan pendekatan&#13;
deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di MTs Negeri 1 Yogyakarta dengan subjek&#13;
siswa kelas VII. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan representasi&#13;
matematis yang dilengkapi dengan Certainty of Response Index (CRI), wawancara&#13;
semi terstruktur, dan angket. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data,&#13;
dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi&#13;
tes, wawancara, dan angket.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi pada&#13;
representasi verbal, visual, dan simbolik. Jenis miskonsepsi yang ditemukan&#13;
meliputi miskonsepsi korelasional, teoritikal, dasar, dan kesalahan interpretasi&#13;
bahasa. Selain itu, ditemukan kesalahan perhitungan yang tidak termasuk kategori&#13;
miskonsepsi karena disebabkan oleh kurangnya ketelitian siswa. Faktor penyebab&#13;
miskonsepsi berasal dari faktor internal dan eksternal, dengan faktor siswa sebagai&#13;
faktor yang paling dominan, terutama prakonsepsi yang kurang tepat dan intuisi&#13;
yang keliru dalam memahami konsep aljabar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">371.26  Evaluasi Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>