<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESINAL GURU DALAM PEMBELAJARAN PAI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 03410130</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yayat Supriatna</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi profesional (yang dimiliki) guru PAI, upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran PAI, problem yang dihadapi dan cara penyelesaian yang ditempuh sekolah terkait dengan upaya meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran PAI di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta.   Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, interview dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data, reduksi data, display data dan verifikasi terhadap data yang berhasil dikumpulkan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi (dengan sumber ganda).   Hasil penelitian menunjukkan:   Guru PAI di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta belum menguasai kompetensi profesional secara menyeluruh. Masih terdapat beberapa aspek yang belum dikuasai guru PAI, diantaranya adalah belum menguasai materi pembelajaran dengan baik, tidak (terbiasa) membuat RPP sewaktu akan melaksanakan proses pembelajaran, tidak (terbiasa) menggunakan media dan metode pembelajaran secara variatif, belum memiliki keterampilan membimbing diskusi kecil, belum menguasai keterampilan mengelola kelas, dan belum memiliki keterampilan dalam mengelola kelompok kecil dan perorangan.   Upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran PAI diantaranya melalui pelaksanaan diskusi kelompok terbimbing, mengikutsertakan guru dalam organisasi profesi guru, memberikan kesempatan kepada guru untuk melaksanakan studi lanjut dalam rangka penyetaraan pendidikan, dan memberikan penghargaan terhadap guru melalui pemberian tunjangan, dan sebagainya.   Problem yang dihadapi sekolah diantaranya adalah: kurangnya kesadaran guru (termasuk guru PAI) dalam meningkatkan kompetensi profesionalnya, belum tersedianya sarana prasarana pembelajaran yang memadai, kurangnya dana yang tersedia, dan adanya disharmonisasi dengan lingkungan sekitar yang plural.   Cara-cara yang ditempuh pihak sekolah untuk mengatasi problem di atas adalah: pertama, dengan mengadakan pelatihan-pelatihan (AMT, Out Bond, Komputer) dan workshop; kedua, terkait dengan masalah dana dan penyediaan sarana prasarana, pihak sekolah meminta bantuan ke Dinas Pendidikan dan Perserikatan Muhammadiyah, selain itu juga menjalin kerjasama dengan instansi-instansi terkait; ketiga, pihak sekolah senantiasa menjalin ukhuwah dengan masyarakat sekitar dengan cara menyediakan fasilitas gedung sekolah untuk digunakan dalam kegiatan-kegiatan masyarakat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">371.1 Guru, Tenaga Pendidik, Tenaga Pengajar</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2007-07-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>