%A NIM. 08410033 MUHAMMAD FAISAL MAHRUS PAHLEVI %T PEMBINAAN AKHLAK MULIA SISWA MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI MTsN WONOKROMO PLERET BANTUL %X MUHAMMAD FAISAL MAHRUS PAHLEVI. Pembinaan Akhlak Mulia Siswa Melalui Pengembangan Budaya Sekolah di MTsN Wonokromo. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga 2012. Latar belakang penelitian ini adalah berdasarkan wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran akidah akhlak, Ibu Bidayah, menyatakan bahwa pembinaan akhlak siswa tidak cukup jika hanya diberikan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. Maka dari itu MTsN Wonokromo Pleret Bantul mengembangkan budaya sekolah sebagai salah satu metode dalam pembinaan akhlak mulia terhadap siswa. Di MTsN Wonokromo Pleret Bantul, pembinaan akhlak mulia diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan budaya sekolah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembinaan akhlak mulia terhadap siswa dengan pengembangan budaya yang ada di MTsN Wonokromo Pleret Bantul, dan apa sajakah faktor-faktor yang menghambat proses pembinaan akhlak mulia terhadap siswa melalui pengembangan budaya sekolah di MTsN Wonokromo Pleret Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan akhlak mulia siswa melalui pengembangan budaya sekolah di MTsN Wonokromo Pleret Bantul dan menjelaskan apa saja faktor yang menghambat proses pembinaan akhlak mulia terhadap siswa melalui pengembangan budaya sekolah di MTsN Wonokromo Pleret Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif, bentuk penelitiannya yaitu deskriptif kualitatif, dengan mengambil obyek MTsN Wonokromo Pleret Bantul dan subyeknya Kepala MTsN Wonokromo Pleret Bantul, guru PAI, siswa dan orangtua siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis yaitu pendekatan terhadap aspek kijiwaan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis induktif dan selanjutnya menggunakan analisis redukasi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan dua trianggulasi data yaitu trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan pembinaan akhlak terhadap siswa melalui pengembangan budaya sekolah di antaranya adalah : PHBN, PHBI, upacara bendera merah putih, gerakan pramuka, guru menyambut kehadiran siswa di pintu gerbang, membaca Asma’ul Husna, tadarus Al Qur’an, infak Jum’at, sholat dzuhur berjama’ah, berpakaian muslim, memberikan bantuan atau santunan bagi siswa yang kurang mampu. (2) Faktor penghambat pembinaan akhlak melalui pengembangan budaya sekolah adalah faktor lingkungan siswa yang berbeda-beda, Sarana dan prasarana kurang memadai, Siswa cenderung bermalas-malasan, guru tidak memberikan contoh, keterpaksaan siswa dalam menjalankan kegiatan budaya sekolah dan usia remaja siswa. %D 2012 %K pengembangan budaya, pembinaan akhlaq %I PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA %L digilib9928