AL-ISTIFHAM FI SURAH AL-NAHL DIRASAH TAHLILIYAH TADAULIYAH AFAL AL KALAM

Syaeful Anas, NIM.: 04111822 (2009) AL-ISTIFHAM FI SURAH AL-NAHL DIRASAH TAHLILIYAH TADAULIYAH AFAL AL KALAM. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (AL-ISTIFHAM FI SURAH AL-NAHL DIRASAH TAHLILIYAH TADAULIYAH AFAL AL KALAM)
BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (AL-ISTIFHAM FI SURAH AL-NAHL DIRASAH TAHLILIYAH TADAULIYAH AFAL AL KALAM)
BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Bahasa sebagai alat komunikasi sasama manusia yang perkembangannya sangat pesat, salah satunya dengan munculnya disiplin ilmu pragmatik yang digunakan untuk mengungkapkan maksud-maksud yang diinginkan oleh penutur. Dewasa ini para penafsir membedah ayat-ayat al-Qur'an tanpa habis dengan beberapa disiplin ilmu. Salah satunya pada surat an nahl yang akan dikaji dalam penelitian ini. Seperti pada ayat quot;afaman yakhluqu kamanla yakhluq, afala tadzakkarun quot; artinya maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan(apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran, di sini menurut peneliti ada ungkapan yang disembunyikan (majazi). Bermula dari permasalahan ini peneliti ingin mengkaji atau membahas lebih dalam tentang kalimat-kalimat Istifham pada surat an-Nahl, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, bertujuan menjelaskan secara rinci. Disiplin ilmu yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pragmatik (teori tindak tutur) sebagai pisau analisisnya. Pada lafal tuturan yang berbunyi quot;afaman yakhluqu kaman la yakhluq, afala tadzakkarun quot; maka apakah (allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan(apa-apa)?. Berdasarkan pada konteks tersebut penutur (Allah) tidak bermaksud memakai pertanyaan itu dengan makna yang sebenarnya (hakiki) sebagaimana makna layaknya pertanyaan, melainkan ada maksud lain (majazi) yang dituju oleh penuturnya yaitu istifham inkari. Jika dicermati dengan teori tindak tutur, maka dapat dikemukakkan bahwa tindak Lokusinya adalah wujud formal dari kalimat introgatif itu sendiri, namun bukan itu yang ingin dimaksud oleh penuturnya, tindak Ilokusinya adalah ingkar yang ditunjukan kepada Nabi dan pengikutnya, sedang Perlokusinya adalah lawan tutur (Musyrikin) agar tidak mengikuti ajakan Nabi dan pengikutnya, yang telah diberi kenikmatan di dunia oleh Allah malahan disamakan dengan berhala-berhala yang tidak memberi manfaat apa-apa di dunia maupun di akhirat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Pembimbing: Drs. H. Mardjoko Idris, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Bahasa, Alat Komunikasi, Ilmu Pragmatik, Istifham Inkari
Subjects: 400 Bahasa > 490 Bahasa-Bahasa Lain > 492.7 Arabic/Bahasa Arab
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 20 Nov 2024 14:03
Last Modified: 20 Nov 2024 14:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2281

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum