Herniti, Ening (2008) Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Jawa dalam Pemakaian Bahasa Indonesia. Jurnal SOSIO-RELIGIA, 7 (2). pp. 401-431.
|
Text (Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Jawa dalam Pemakaian Bahasa Indonesia)
Alih.pdf - Published Version Download (307kB) | Preview |
Abstract
Kecenderungan manusia di dunia ini belajar lebih dari satu bahasa. Seseorang yang telah menguasai dua bahasa atau lebih disebut dwibahasawan atau multibahasawan. Masyarakat multilingual hampir tidak mungkin seorang penutur menggunakan satu bahasa secara mutlak murni tanpa sedikit pun memanfaatkan bahasa atau unsur bahasa lain. Sadar atau tidak sadar seorang dwibahasawan/multibahasawan akan mencampur dua bahasa atau lebih dalam tindak komunikasinya. Peristiwa semacam ini dikenal dengan istilah alih kode dan campur kode. Dalam masyarakat tutur bahasa Jawa, bahasa Jawa sering kali disandingkan dengan bahasa Indonesia. Bahasa Jawa ragam krama (halus) dianggap lebih menghormati dan berprestise dibanding dengan bahasa Indonesia.Sebaliknya, bahasa Indonesia lebih bermartabat dan formal bila dipakai dalam situasi formal dan topik yang serius seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keilmuan lainnya. Sementara itu, bahasa Jawa ragam ngoko karena dalam bahasa Jawa tingkat ngoko dianggap lebih akrab daripada madya atau krama.
Item Type: | Article |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | alih kode, campur kode, bahasa Jawa, bahasa Indonesia |
Subjects: | Artikel Dosen |
Divisions: | Artikel (Terbitan Luar UIN) |
Depositing User: | Drs. Bambang Heru Nurwoto |
Date Deposited: | 30 Jul 2020 06:22 |
Last Modified: | 30 Jul 2020 06:22 |
URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/39902 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |