RESEPSI KEHARAMAN MUSIK OLEH KOMUNITAS MUSIK BERNUANSA ARAB YOGYAKARTA (Studi Kasus di Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyah Al-Qurra’ wa Al-Huffaz Al-Mizan dan Grup Al-Banjari Yadal Fataa)

Nur Afni Mu’afiyah, NIM.: 16550016 (2020) RESEPSI KEHARAMAN MUSIK OLEH KOMUNITAS MUSIK BERNUANSA ARAB YOGYAKARTA (Studi Kasus di Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyah Al-Qurra’ wa Al-Huffaz Al-Mizan dan Grup Al-Banjari Yadal Fataa). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RESEPSI KEHARAMAN MUSIK OLEH KOMUNITAS MUSIK BERNUANSA ARAB YOGYAKARTA (Studi Kasus di Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyah Al-Qurra’ wa Al-Huffaz Al-Mizan dan Grup Al-Banjari Yadal Fataa))
16550016_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (RESEPSI KEHARAMAN MUSIK OLEH KOMUNITAS MUSIK BERNUANSA ARAB YOGYAKARTA (Studi Kasus di Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyah Al-Qurra’ wa Al-Huffaz Al-Mizan dan Grup Al-Banjari Yadal Fataa))
16550016_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Dalam realita kehidupan saat ini, musik sangat digemari masyarakat umum. Sebagian pendakwah juga memanfaatkan fasilitas musik untuk berdakwah. Akan tetapi hal tersebut tidak seimbangi dengan respon baik terhadap masyarakat. Terdapat banyak dari kalangan masyarakat terutama para pemuda yang seringkali menggunakan musik untuk bersenang-senang semata, dan lain sebagainya. Keprihatinan itu muncul karena kalangan generasi muda Islam lebih banyak yang condong dan berkiblat kepada musik barat yang dikenal bermental negatif serta tidak berpegang pada nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, banyak dari kalangan masyarakat yang kurang mengerti bahkan tidak mengetahui akan adanya budaya musik yang terdapat dalam Agama Islam yang memiliki nilai-nilai Islam yang luhur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perspektif keilmuan hadis, yaitu resepsi hadis dan metode yang digunakan adalah penelitian lapangan. Terdapat dua rumusan masalah yang berusaha dijawab melalui penelitian ini, pertama bagaimana para pemain musik mendefinisikan dan mendeskripsikan hadis keharaman musik terhadap kondisi saat ini. Kedua, bagaimana pola resepsi dan hal-hal yang melatarbelakangi atas pandangan pemain musik mengenai hadis yang mengharamkan musik pada saat ini. Penelitian ini akan dilaksanakan di dua komunitas musik Arab atau Islami Yogyakarta yang memiliki tipologi berbeda yaitu UKM JQH al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan grup Shalawat Yadal Fataa Yogyakarta, keduanya dipilih sebagai reseptor dikarenakan memiliki perbedaan dalam kacamata pandang musik Islami. Dengan menggunakan teori HR. Jauss dan Wolfgang Iser tentang resepsi, data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada para informan dianalisis secara lebih lanjut. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa para pemain musik dari UKM JQH al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan grup Shalawat Yadal Fataa Yogyakarta dalam mendefinisikan dan mengutarakan hadis yang mengharamkan musik dapat dilihat dari tingkat kemanfaatan dan kemudharatan hadis tersebut. Kemudian mengenai pola resepsi atas hadis-hadis yang mengharamkan musik, mayoritas pemain musik meresepsi hadis-hadis tersebut secara kontekstual, dimana para pemain musik tidak hanya melihat tekstual hadis yang ada, tetapi juga melihat konteks pada zaman sekarang ini yang didapatkan dari beberapa sumber yang telah ada. Meski demikian, terdapat beberapa temuan, baik di UKM JQH al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta maupun grup Shalawat Yadal Fataa Yogyakarta dimana sebagian kecil para informan mengantarkan hasil jawaban tersebut pada posisi oposisi (berlawanan dengan redaksi matan hadis) dikarenakan menyeimbangkan dengan konteks dan fungsional musik pada zaman sekarang ini. Hal-hal yang melatarbelakangi pola resepsi yang tercipta di dua tempat penelitian tersebut memiliki kaitan erat dengan transmisi dan transformasi hadis-hadis yang didapatkan oleh para pemain musik pada masing-masing komunitasnya. Adapun transmisi dan transformasi masing-masing para pemain musik memiliki perbedaan dengan tipologi dan kondisi belajar keagamaan pada masing-masing komunitas musik Arab tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Dr. Saifuddin Zuhri, M.A.
Uncontrolled Keywords: Musik, Pemain Musik, Resepsi Hadis.
Subjects: Hadis > Hadis Hukum
Kesusastraan Arab > Musik
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1)
Depositing User: Muh Khabib SIP.
Date Deposited: 23 Jul 2021 11:08
Last Modified: 23 Jul 2021 11:08
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/43061

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum