PERKEMBANGAN MAJELIS RATTIBUL HADDAD WA MAULID SIMTHUDDUROR MALAM AHAD WAGE (MAHAGE) DAN KONTRIBUSINYA DI KEBUMEN JAWA TENGAH TAHUN 2010-2019

Faiqotun Nimah, NIM.: 16120034 (2020) PERKEMBANGAN MAJELIS RATTIBUL HADDAD WA MAULID SIMTHUDDUROR MALAM AHAD WAGE (MAHAGE) DAN KONTRIBUSINYA DI KEBUMEN JAWA TENGAH TAHUN 2010-2019. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PERKEMBANGAN MAJELIS RATTIBUL HADDAD WA MAULID SIMTHUDDUROR MALAM AHAD WAGE (MAHAGE) DAN KONTRIBUSINYA DI KEBUMEN JAWA TENGAH TAHUN 2010-2019)
16120034_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (PERKEMBANGAN MAJELIS RATTIBUL HADDAD WA MAULID SIMTHUDDUROR MALAM AHAD WAGE (MAHAGE) DAN KONTRIBUSINYA DI KEBUMEN JAWA TENGAH TAHUN 2010-2019)
16120034_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Majelis Ratibul Haddad wa Maulid Simtudduror Malam Ahad Wage atau disebut Mahage merupakan majelis dzikir dan shalawat yang tengah populer di Kabupaten Kebumen. Majelis ini berbeda dengan majelis lainnya dari segi kegiatan. Majelis ini tidak hanya melaksanakan rutinan kajian, dzikir, dan shalawat. Tetapi juga memiliki kegiatan inovatif lain seperti pelatihan soft skill dan pengembangan sektor usaha. Sembilan tahun berjalan, majelis ini mampu menarik banyak jama’ah dan kian berkembang pesat. Bahkan menjadi majelis dzikir dan shalawat terbesar pertama di Kebumen. Hal ini tentu tidak terjadi serta merta, melainkan terdapat beberapa proses yang dilalui. Penelitian ini berusaha membahas latar belakang berdirinya Majelis Mahage, perkembangan, dan kontribusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi karena menggambarkan segi-segi budaya dalam masyarakat. Teori yang digunakan yaitu teori evolusi budaya dari Herbert Spencer. Teori ini bermaksud untuk menganalisis sebuah majelis yang awalnya memiliki bentuk sederhana hingga berkembang menjadi majelis yang berkegiatan dan berstruktur kompleks. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan karena penulis akan banyak mengumpulkan sumber informasi di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang bertujuan untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu melalui empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Mahage dapat berkembang pesat karena adanya pengaruh habaib, pengurus yang militan, inovasi, dukungan masyarakat, dan peran media sosial. Selain telah berhasil menjadi majelis dzikir dan shalawat percontohan, majelis ini juga turut berkontribusi dalam membangaun kemaslahatan masyarakat Kebumen. Kontribusinya telah dirasakan oleh masyarakat baik di bidang agama, sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Dr. Imam Muhsin, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Majelis, Mahage, Perkembangan
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Organisasi > ORGANISASI ISLAM
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User: Muh Khabib SIP.
Date Deposited: 03 Sep 2021 12:54
Last Modified: 03 Sep 2021 12:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/43768

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum