TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PENGUPAHAN BAGI PEKERJA PENGRAJIN GERABAH (STUDI KASUS DI HOME INDUSTRY WALUYO ROTAN DI KASONGAN, BANGUNJIWO, KASIHAN, BANTUL)

ROCHMAD HARIYADI , NIM. 03380402, (2010) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PENGUPAHAN BAGI PEKERJA PENGRAJIN GERABAH (STUDI KASUS DI HOME INDUSTRY WALUYO ROTAN DI KASONGAN, BANGUNJIWO, KASIHAN, BANTUL). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

div align= quot;center quot; Permasalahan yang sering dihadapi pekerja (buruh) adalah masalah pembagian upah kerja. Dalam hal ini ada pengusaha yang kurang memperhatikan keadilan yang seharusnya dirasakan oleh para pekerja. Sampai sekarang ini masalah tersebut belum begitu direspon oleh pihak pengusaha kerajinan gerabah.Dengan alasan itu penulis meneliti bagaimana pelaksanaan sistem pengupahan bagi pekerja pengrajin gerabah di Home Industry Waluyo Rotan di Kasongan Kasihan, Bantul, dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap sistem pengupahan tersebut. Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif evaluatif yaitu menggambarkan kenyataan tentang sistem pembagian upah di Home Industry Waluyo Rotan untuk memberikan penilaian. Sumber data meliputi data primer yang diperoleh dari pihak Home Industry Waluyo Rotan dan juga data sekunder yaitu dengan mempelajari bahan pustaka. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara dengan pekerja yang terkait di tempat kerajinan gerabah milik bapak Waluyo. Selain itu juga digunakan metode observasi dan dokumentasi yaitu dengan mengamati dan melihat berbagai data dan naskah. Metode analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif di mana data disusun secara sistematis dengan menggunakan pola induktif dan juga sangat memungkinkan untuk menggunakan pola deduktif. Dari penelitian yang penulis lakukan, dalam sistem pengupahan di Home Industry Waluyo Rotan sering terjadi keterlambatan dalam pembayaran upah kepada para pekerjanya. Home Industry Waluyo Rotan tidak bisa disalahkan apabila peristiwa keterlambatan terjadi, karena telah ada kepastian antara kedua belah pihak. Dan pihak pekerja pun tidak pernah menuntut dengan apa yang terjadi, karena mereka sudah yakin dengan upah yang pastinya akan diterima juga. Adanya kerelaan dari kedua belah pihak antara Home Industry Waluyo Rotan dengan pekerjanya dalam pembagian upah, walaupun tidak ada perjajian kontrak yang jelas antar keduanya. Juga sistem pengupahan yang diterapkan oleh Home Industry Waluyo Rotan sudah menjadi adat kebiasaan. Bahwa suatu adat atau kebiasaan yang telah disepakati dan dilaksanakan dapat menjadi hukum yang sama kedudukannya dengan nash menurut ruang dan waktunya.Sebagaimana kaidah Ushul Fiqh quot;Kebiasaan (adat) bisa dijadikan Hukum quot;. Menurut penelitian penulis, pekerja Home Industry Waluyo Rotan sudah memaklumi terjadinya keterlambatan dalam pemberian upah kepadanya. Mereka pun tidak pernah menuntut ataupun protes dengan keterlambatan tersebut. Hukum yang berlaku dalam masalah upah dan gaji, sebenarnya kembali kepada keridhaan kedua belah pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: PEMBIMBING : Drs. RIYANTA, M. HUM. ABDUL MUGHITS, S. Ag. M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Sistem pembagian upah
Depositing User: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:46
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4429

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum