Penafsiran Abdur Rauf As-Singkili atas QS. Al-Baqarah ayat 34 (kajian atas kitab Tafsir Turjumanul Al-Mustafid)

Maulana Razali, NIM. 16530012 (2021) Penafsiran Abdur Rauf As-Singkili atas QS. Al-Baqarah ayat 34 (kajian atas kitab Tafsir Turjumanul Al-Mustafid). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (Penafsiran Abdur Rauf As-Singkili atas QS. Al-Baqarah ayat 34 (kajian atas kitab Tafsir Turjumanul Al-Mustafid))
16530012_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (Penafsiran Abdur Rauf As-Singkili atas QS. Al-Baqarah ayat 34 (kajian atas kitab Tafsir Turjumanul Al-Mustafid))
16530012_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Terdapat 4 orang sultanah yang memimpin tanah rencong itu secara berturut-turut, dan Abdur Rauf As-Singkili sebagai Qadhi malik al’amin yang diangkat oleh sultanah pertama Sultanah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin johan berdaulat pada tahun 1661. Abdur Rauf diangkat dan beri tanggung jawab sebagai Qadhi, penasehat, dan serta juru keagamaan kerajaan. Bagaimana pemikiran beliau dalam kitab tafsirnya Tarjuman Al-Mustafid, apakah penafsiran ayat tentang kemimpinan dipengaruhi oleh politik kerajaan?.Penulis tertarik untuk menullis tema ini untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Al-Quran tentang kemimpinan menerut Abdur Rauf As-Singkili, dan untuk mengetahui konsep kepemimpinan perempuan menerut Abdur Rauf As-Singkili. Namun untuk menunjang hasil dari penelitian ini menggunakan metode Library reseach, yaitu memperoleh data dengan menggunakan literatur pustaka yang berbentuk seperti jurnal, buku, artikel yang sesuai dengan objek tema yang dikaji. penulis mengumpulkan data dengan menggunakan sumber primernya adalah Kitab Tafsir Tarjuman Al-Mustafid, dan mengaitkan penafsiran Abdurrauf As-Singkili dengan aktifitasnya dalam jabatan sebagai penjabat Kerajaan Aceh Darussalam. Negeri Aceh yang dikenal sebagai Negeri yang mampu mempertahan kedaulatannya dengan melawan musuh dengan garingnya yang sangat lama. mereka memperjuankan negeri Aceh dengan berjihad di jalan Allah untuk memperoleh kebaikan di akhirat kelak. Namun tidak dipungkiri banyaknya pejuang-pejuang yang syahid di medan perang, banyaknya janda-janda yang kesusasahan dalam mengurus keluarga dan diperlakukan tidak adil. Dengan kepergian sang suami seorang istri seharusnya mempunyai kecukupan dan diperlakukan dengan adil. Berawal dari kenyatan itu Abdurrauf mengangkat martabat seorang perempuan. Hasil penelitian membuktikan bahwa penafsiran Abdurrauf pada QS. An-Nisa’ ayat: 19, 20, 34 dan 58, tidak dipengaruhi oleh politik kerajaan. Abdurrauf tidak menafsirkan bahwa seorang perempuan boleh menjadi seorang pemimpin. Namun aktivitasnya pada kerajaan dengan jabatannya sebagai Qadhi Malik Al ‘Adil, Abdurrauf memiliki tanggung jawab sebagai penasehat Sultanah sekaligus sebagai penerapan hukum di Kerajaan Aceh Darussalam. beliau membolehkan seorang perempuan menjadi pemimpin. Hal ini dapat dilihat dalam beberapa peristiwa dan karyanya. Abdurrauf mengeluarkan fatwa untuk menantang kampanye kaum wujudiyah yang berkeinginan untuk menjatuhkan jabatan Sultanah, dan dalam karyanya kitab Miraatul Thulab dalam mukaddimahnya terdapat sanjungan terhadap Sultanah Safiatuddin, “Sultan yang amat besar dan raja yang amat mulia, yaitu paduka Seri Sulthanah Tajul Alam Safiatuddin Syah Berdaulat Dhillullah fi Alam”

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Drs. Muhammad Mansur, M. Ag
Uncontrolled Keywords: AL-QUR'AN DAN TAFSIR
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 10 Oct 2021 14:54
Last Modified: 10 Oct 2021 14:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/45202

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum