KADERISASI PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) PADA MASA PEMBERLAKUAN ASAS TUNGGAL PANCASILA 1985-1998

Afian Dwi Prasetiyo, NIM.: 15120096 (2021) KADERISASI PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) PADA MASA PEMBERLAKUAN ASAS TUNGGAL PANCASILA 1985-1998. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KADERISASI PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) PADA MASA PEMBERLAKUAN ASAS TUNGGAL PANCASILA 1985-1998)
15120096_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (KADERISASI PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) PADA MASA PEMBERLAKUAN ASAS TUNGGAL PANCASILA 1985-1998)
15120096_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pelajar Islam Indonesia (PII) merupakan organisasi yang lahir pada 4 Mei 1947 yang dipelopori oleh Djoesdi di Yogykarta. PII adalah organisasi bertipologi sebagai organisasi kader yang berarti orientasi gerakannya fokus pada kegiatan kaderisasi. PII mendefinisikan kaderisasi adalah proses sosialisasi, transformasi dan ideologisasi tata nilai melalui sistem organisasi. Sosialisasi adalah penanaman tata nilai yang dianut oleh suatu komunitas tertentu kepada satu generasi ke generasi berikutnya. Transformasi adalah dinamisasi tata nilai dimaksud untuk menghadapi tantangan perubahan yang dihadapi oleh komunitas tersebut. Sedangkan ideologisasi adalah penanaman nilai-nilai Ilahiyah dan kejuangan dalam rangka mewujudkan tata nilai yang dijadikan misi perjuangan. Oleh karena itu PII memiliki sistem kaderisasi yang dirumuskan untuk mencapai maksud tersebut. Namun aktivitas PII mendapat hambatan pada tahun 1985, sebab PII berani menyuarakan untuk menolak kebijakan pemerintah Orde Baru menerapkan Asas Tunggal Pancasila sebagai asas organisasi. Dua tahun kemudian PII dibubarkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 120 pada tanggal 10 Desember 1987. PII dibubarkan, karena tidak mengikuti prinsip-prinsip fundamental Undang-Undang Keormasan. Hal itu berdampak pada kaderisasi PII karena setiap kegiatan yang menggunakan PII dibubarkan oleh pemerintah, sehingga PII mengubah strategi gerakan dan sistem kaderisasinya. Peneliti dalam mengkaji Kaderisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) Pada Masa Pemberlakuan Asas Tunggal Pancasila 1985-1998 menggunakan pendekatan sosiologi dan pendekatan politik. Penelitian menggunakan teori konflik Lewis A. Coser untuk mengkaji fungsi konflik yang terjadi antara PII dan pemerintah Orde Baru yang berdampak terhadap aktivitas pengkaderan dan sistem kaderisasi di PII pada periode 1985-1998. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan melakukan empat tahap, yaitu tahap pengumpulan data dan sumber (heuristik), kritik sumber (verifikasi), penafsiran (interprestasi), dan penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian skripsi ini menunjukkan pemberlakuan Asas Tunggal Pancasila berpengaruh terhadap pengkaderan anggota PII pada periode 1985-1998. Pertama, pada periode 1985-1998 PII beralih dari organisasi formal legal menjadi organisasi informal. Hal ini mengakibatkan pengkaderan di daerah-daerah menurun drastis sehingga untuk memperkuat solidaritas dan mempertahankan organisasi, PII membuat strategi kulit bawang dengan membuat nama-nama komunitas kecil tetapi tetap melakukan pengkaderan dengan sistem training alternatif. Kedua, pada periode 1996, PII merasa pemerintah Orde Baru tidak lagi menjadi ancaman serius, sehingga atas nasihat dari beberapa tokoh nasional, PII mendaftarkan diri kembali ke Departemen Dalam Negeri RI (Depdagri). Ketiga, selama PII menjadi organisasi informal, sistem kaderisasi PII mengalami berbagai macam perubahan disebabkan pengkaderan di berbagai Pengurus Wilayah PII tidak memiliki hambatan yang sama. Oleh karena pada tahun 1985 itu dibuatlah pedoman alternatif pelatihankarena sistem training PII yang sudah ada sejak 1979 tidak dapat digunakan di segala kondisi. PII terus melakukan reformulasi sistem kaderisasi PII dikarenakan PII terus mengikuti perkembangan zaman hingga akhirnya pada tahun 1998 PII berhasil merumuskan sistem kaderisasi dengan nama Ta’dib sebagai sistem kaderisasi PII.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Prof. Dr. Abdul Karim, M.A.,
Uncontrolled Keywords: PII, Asas Tunggal Pancasila, Kaderisasi.
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Islam dan Organisasi
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User: Muh Khabib SIP.
Date Deposited: 11 Oct 2021 14:04
Last Modified: 11 Oct 2021 14:04
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/45253

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum