POST-SEKULARISME ABDURRAHMAN WAHID : KONSEP DAN IMPLIKASINYA PADA GERAKAN CIVIL SOCIETY

Akhmad Fajarus Shadiq, NIM.: 18205010037 (2021) POST-SEKULARISME ABDURRAHMAN WAHID : KONSEP DAN IMPLIKASINYA PADA GERAKAN CIVIL SOCIETY. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (POST-SEKULARISME ABDURRAHMAN WAHID : KONSEP DAN IMPLIKASINYA PADA GERAKAN CIVIL SOCIETY)
18205010037_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (POST-SEKULARISME ABDURRAHMAN WAHID : KONSEP DAN IMPLIKASINYA PADA GERAKAN CIVIL SOCIETY)
18205010037_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Sejak akhir abad 20, isyarat semakin menguatnya peran agama dalam ruang publik baik dalam aktivitas sehari-hari maupun dalam peristiwa politik internasional telah menjadi fenomena umum di seluruh dunia dan melibatkan banyak komunitas agama. Fenomena ini dengan sendirinya telah membantah tesis sekularisme yang mengandaikan agama akan hilang peranannya dalam masyarakat modern karena pada fakta dan realitas sosiologisnya agama memang tidak pernah berhasil diprivatkan tetapi selalu memaksa memainkan peranannya dalam ruang publik. Oleh sebab itulah, ide tentang post-sekularisme lahir di Barat sebagai sebuah revisi dan sekaligus sebagai respon atas paham sekularisme yang sudah tidak memadai itu. Post-sekularisme hendak menegaskan bahwa masyarakat modern sekular harus selalu mempertimbangkan keberadaan kelompok agama dalam ruang publik. Dalam konteks ini, Abdurahman Wahid yang hendak penulis teliti juga telah menekankan pentingnya agama dilibatkan di ruang publik dalam negara demokratis. Penelitian ini hendak mengkaji bagaimana konsep Abdurrahman Wahid mengenai keterlibatan agama di ruang publik itu, yang oleh kalangan ilmuan Barat disebut dengan ide post-sekularisme. Penelitian ini menggunakan teori demokrasi deliberatif yang digagas oleh Jurgen Habermas seorang filosof Jerman kontemporer. Intinya dalam teori demokrasi deliberatifnya, Habermas menekankan perlunya adanya prosedur komunikasi untuk meraih legitimasi hukum dalam sebuah proses pertukaran yang dinamis antara sistem politik dan ruang publik yang dideliberasi secara kultural. Dalam prosedur komunikasi ini, di sana ada kebebasan dan keterbukaan dalam berargumen tanpa adanya tekanan dan paksaan dari pihak lain Jika dikatikan dengan agama, maka dalam masyarakat post-sekuler menurut Habermas, masyarakat beriman memiliki hak komunikasi yang setara dengan masyarakat sekular, dalam hal alasan-alasan religiusnya juga diakui sebagai bagian dari pemakaian akal secara publik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa kesimpulan yang penulis dapatkan, pertama, paradigma politik Abdurrahman Wahid adalah paradigma post-tradisionalisme Islam. Paradigma ini menolak esensialisasi dan substansialisasi pengetahuan oleh kuasa negara, dalam hal ini civil society juga dianggap memiliki kebenarannya sendiri yang patut juga dipertimbangkan. Kedua, konsep post-sekularisme Abdurrahman Wahid tampak pada gagasannya tentang ‘Islam sebagai etika sosial’ dan ‘pribumisasi Islam, untuk menegaskan pentingnya agama dilibatkan di ruang publik. Ketiga, Abdurrahman Wahid lebih setuju jika usaha umat Islam untuk memberikan kontribusi bagi tegaknya demokratisasi dan wawasan kebangsaan berada pada ranah civil society. Keterlibatan agama dalam politik negara, dipandang hanya akan bertentangan dengan sistem demokrasi sendiri yang menghendaki keragaman.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing : Dr. Mutiullah, S.Fil.I. M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Paradigma Post-Tradisionalisme Islam, Epistemologi Kiri Neo-Marxisme, Pemikiran Politik Abdurrahman Wahid
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat

Sosial, Gerakan
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah dan Filsafat Islam (S2) > Filsafat Islam
Depositing User: Muh Khabib SIP.
Date Deposited: 02 Nov 2021 11:10
Last Modified: 02 Nov 2021 11:10
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/46239

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum