KONSEP PERDAMAIAN ETNIK DAYAK NGAJU

Eddy Sabarudin, NIM. 97212202 (2004) KONSEP PERDAMAIAN ETNIK DAYAK NGAJU. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KONSEP PERDAMAIAN ETNIK DAYAK NGAJU)
97212202_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KONSEP PERDAMAIAN ETNIK DAYAK NGAJU)
97212202_BAB II_BAB III_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

1. Suku Dayak Ngaju secara "nonnatif memiliki potensi sosial yang besar dalam membimgun harmonisasi dalam masyarakat. Hal ini tercennin dari filosofi hidup, sistem religi, budaya dan konsepsi sosial mereka. Kalau dikc>ji secara lebih mendalam, seluruh konsepsi yeng dibangun tersebut memiliki implikasi sosial yang positif dalam men0pang terjadinya tata hubungan sosial yang damai dan harmonis. Konsepsi hidup suku Dayak Ngaju sangat dipengaruhi oleh kondisi alam tropis Kalimantan, dengan segala unsur alam yang ada didalamnya, baik r1ora maupun fauna. Sehingga dalam pandangan mereka, dibutuhkan pola keseimbangan dalam menjalin hubungan, baik kepada sang pencipta, alam dan manusia. Pandangan mereka tentang alam inilah kemudian membentuk sistem sosial, kepercayaan dan budaya masyarakat Dayak Ngaju. Dalam konteks inilah kehidupan orang Dayak selalu diasosiasikan dengan alam, mereka pandai menangkap gejala allam. Menurut panctangan crang Dayak · terjadinya sesuatu yang menimpa kehidupan manusia tidak dipisahkan dari sebab akibat semua unsur alam. 2. Suku Dayak: Ngaju sebenamya memposisikan dirinya seb8gai sebuah kelompok suku yang terbuka (inklusif), mereka relatif mudah menerima hal-hal barn dimasyarak:at, terbukti dari percepatan pengarJh budaya dan kepercayaan (agama) dari luar yang pos1tif. Hal ini sangat potensial dalam membangun upaya harmonisasi sosial (ak:ultcrasi/asimilasi) dan maju secara bersama dalam membangun masa depan daerah Dt.yak:. Namun dalam kontek budaya, Dayak: sebagai sebuah identitas menjadi hilang, tidak: memiliki "ketahanan budaya" . Hal ini sebagai ak:ibat konstruksi sosial yang dibangun atas Dayak, sehingga terjadi alienasi budaya. Ketika menjadi seorang yang bukan beragama Kaharingan, identitas Dayak kemudian menjadi identitas barn akibat identifikasi Dayak sebagai kelompok masyarak:at yang bukan beragarna Islam yang dilakukan secara ilmiyah pada masa kolonial. Pasca kenmthan Sampit, 18 Februhli 2001 tampak: ada penguatan identitas dan budaya, yang kemudian mengikis panc'l.angan tentang identitas Dayak. Dayak seketika itu menjadi popular digu11akan untuk mengidentifikasi diri seseorang walaupun yang asing seka!ipun tentang Dayak:. 3. Pola ketergantungan dengan alam yang masih sangat merasuk dalam jiwa orang Dayak, ini memperlambat dinamika di internal suku Dayak sendiri. Ada kondisi yang membuat mereka manja karena fasilitas dapat di temukan di alam. Perlu rekonstrnksi kesadaran tentang alam dan dirinya, sehingga rasa kepemilikan terhadap alam tersebut daµat menjadi dina.ilisator kehidupan orang Dayal( dalam rdllgka mengejar ketertinggalan selama ini

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing :Drs. Afif Rifa'i, MS
Uncontrolled Keywords: Konsep Perdamaian, Etnik Dayak Ngaju
Subjects: DAKWAH ISLAM
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam (S1)
Depositing User: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 10 Jan 2022 15:42
Last Modified: 10 Jan 2022 15:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/48258

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum