MARITAL RAPE DAN AKTIVISME HUKUM PEREMPUAN MUSLIM DI INDONESIA

Ardina Shafa Sipayung, NIM.: 20203011033 (2022) MARITAL RAPE DAN AKTIVISME HUKUM PEREMPUAN MUSLIM DI INDONESIA. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (“MARITAL RAPE” DAN AKTIVISME HUKUM PEREMPUAN MUSLIM DI INDONESIA TESIS)
20203011033_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (MARITAL RAPE DAN AKTIVISME HUKUM PEREMPUAN MUSLIM DI INDONESIA)
20203011033_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Marital rape adalah tindakan seksual yang tidak konsensual dalam relasi suami dan istri. Tindakan ini bisa dirasakan oleh istri maupun suami dalam ikatan perkawinan. Namun, dalam kajian ini penulis membatasi korban marital rape pada perempuan muslim saja. Di Indonesia, marital rape merupakan salah satu bentuk kekerasan yang tidak banyak dilaporkan dan diupayakan sampai ke ranah Pengadilan. Hal ini terjadi karena stigma masyarakat Indonesia yang masih menganggap pemerkosaan itu hanya terjadi di luar ikatan perkawinan. Meskipun laporan tentang marital rape tidak banyak secara hukum, tetapi kejadian itu bukan berarti tidak ada. Dengan latar belakang ini, penulis merasa tertarik untuk mengkaji respons dan sikap hukum perempuan muslim korban marital rape dalam konteks ketentuan dua pilihan hukum di Indonesia, yaitu hukum perdata dan hukum pidana, faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan hukum, dan alasan perempuan muslim mengambil dua pilihan hukum yang berbeda terkait marital rape. Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengkaji pokok permasalahan dengan menggunakan data primer berupa 12 putusan Pengadilan yang terdiri dari 6 putusan Pengadilan Agama dan 6 putusan Pengadilan Negeri. Selain data primer, penulis juga menggunakan data sekunder yang terdiri dari catatan tahunan Komnas Perempuan, hasil wawancara dengan 3 Komisioner Komnas Perempuan dan hasil wawancara dengan Sekretaris P2TPA “Rekso Dyah Utami” di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yogyakarta. Dan data primer berupa 12 putusan Pengadilan tersebut akan dikaji dengan pendekatan gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 12 kasus marital rape yang dikumpulkan dan dijadikan sebagai data primer, terdapat 6 perempuan muslim yang menggugat cerai ke Pengadilan Agama dan 6 perempuan muslim lain menggugat pidana ke Pengadilan Negeri. Di antara 12 putusan Pengadilan itu, terdapat 1 putusan di mana perempuan muslim korban marital rape mengambil dua pilihan hukum sekaligus, yaitu menggugat cerai dan juga menggugat pidana suaminya. Pilihan untuk melakukan gugatan cerai suaminya merupakan pilihan yang diambil oleh perempuan muslim untuk menghindari diri mereka dari kekerasan ini. Adapun pilihan perempuan muslim melakukan gugatan pidana diambil untuk memberikan dampak yang lebih luas yang mana ini dipengaruhi oleh adanya advokasi oleh lembaga-lembaga terkait seperti Komnas Perempuan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan mengenai kekerasan seksual dalam rumah tangga. Dua pilihan hukum ini sangat dipengaruhi oleh pemahaman gender dan women empowerment atau women agency serta tersedianya ketentuan dua pilihan hukum secara normatif di Indonesia. Dengan ini, penulis menegaskan bahwa tindakan marital rape bisa menyebabkan putusnya perkawinan karena terjadi dalam relasi suami dan istri dan bisa menyebabkan terjeratnya suami oleh hukum pidana karena memenuhi unsur kekerasan dan kriminalitas. Untuk itu, Negara perlu melakukan sosialisasi lebih terkait isu kekerasan seksual dalam ikatan perkawinan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Prof. Euis Nurlaelawati, M.A., Ph.D.
Uncontrolled Keywords: Marital Rape, Kekerasan Domestik, Kekerasan Seksual
Subjects: Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Islam (S-2)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 01 Jul 2022 13:47
Last Modified: 01 Jul 2022 13:47
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/51431

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum