EKSISTENSI JILBAB DALAM BUDAYA POPULER (STUDI KASUS MAHASISWI FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Tofik Ismail, NIM.: 05120029 (2013) EKSISTENSI JILBAB DALAM BUDAYA POPULER (STUDI KASUS MAHASISWI FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (EKSISTENSI JILBAB DALAM BUDAYA POPULER (STUDI KASUS MAHASISWI FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (EKSISTENSI JILBAB DALAM BUDAYA POPULER (STUDI KASUS MAHASISWI FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Geliat arus globalisasi yang tak terbendung akan mengubah cara pandang manusia dan juga mahasiswa dan kaum terpelajar dalam memahami makna dari suatu budaya. Fenoman semacam ini juga tergambar pada Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang notabene adalah kampus Islam yang memadukan antara ilmu-ilmu Islam dan ilmu-ilmu modern, dalam memahami pakaian muslimah yaitu Jilbab. Jilbab merupakan gaya kebudayaan khas Islami, jilbab sendiri adalah kata dari bahasa Arab yang bentuk jamaknya jalabib, berarti kain panjang, longgar, dan tidak tipis yang digunakan untuk menutupi dada dan kepala. Dalam lingkungan kampus Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga pemakaian jilbab yang sesuai dengan syari`at Islam dan kode etik kampus semakin kurang dimintai oleh para mahasiswi. Pengaruh budaya pop yang perlahan mengubah cara pandang mahasiswi dalam berpakaian yang semakin tidak ingin ketinggalan oleh trend. Inilah salah satu ketertarikan peneliti untuk mengungkap lebih jauh mengenai keeksisan jilbab bagi mahasiswi Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ditengah maraknya kebudayaan populer dan penelitian ini juga menyoroti lebih dalam mengenai pemakaian jilbab yang masih sesuai dengan makna sesungguhnya yaitu sesuai dengan syari`at Islam, serta untuk mengetahui faktor yang menyebabkan Jilbab masih eksis di tengah-tengah pengaruh budaya pop. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologis yaitu suatu pendekatan yang lebih menekankan rasionalisme dan realitas budaya yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan telaah studi kasus. Adapun jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksistensi jilbab di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Suka Kalijaga masih banyak kita temukan terutama jilbab yang syar`i. menurut mereka, mereka tidak ingin terpengaruh oleh jilbab yang populer, mereka tetap menggunakan jilbab yang sesuai dengan syar`i karena menurutnya jilbab inilah yang sesuai dengan al-qur’an dan al-hadist. Selain itu dari pemakaian jilbab itu sendiri terdapat nilai-nilai yang sangat penting yaitu nilai agama: bahwa pemakaian jilbab merupakan wujud keta`atan seseorang dalam menjalankan perintah Agama (Allah SWT) yaitu perintah mengenakan jilbab. Nilai sosial: dengan memakai jilbab maka akan memberikan rasa aman bagi si penggunanya,karna jilbab mencegah dari perbuatan asusila. Nilai budaya: kaitanya dengan nilai budaya, Indonesia merupakan Negara yang menganut budaya ketimuran dimana budaya ini menjujung tinggi kesopanan, dengan demikian berjilbab termasuk bentuk pakaian yang sopan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Dra.Soraya Adnani,M.Si.
Uncontrolled Keywords: Jilbab, Wanita, Globalisasi, Mahasiswi
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Hukum Islam > Fiqih > Hijab - Jilbab
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User: Muh Khabib SIP.
Date Deposited: 04 Aug 2022 08:19
Last Modified: 04 Aug 2022 08:19
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/52419

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum