PENAFSIRAN AL-QUR’AN BERBASIS SEMITIC RHETORICAL ANALYSIS (SRA) MICHEL CUYPERS

Muhammad Izzul Haq Zain, NIM.: 21205031034 (2025) PENAFSIRAN AL-QUR’AN BERBASIS SEMITIC RHETORICAL ANALYSIS (SRA) MICHEL CUYPERS. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENAFSIRAN AL-QUR’AN BERBASIS SEMITIC RHETORICAL ANALYSIS (SRA) MICHEL CUYPERS)
21205031034_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (PENAFSIRAN AL-QUR’AN BERBASIS SEMITIC RHETORICAL ANALYSIS (SRA) MICHEL CUYPERS)
21205031034_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji metode penafsiran Al-Qur’an berbasis Semitic Rhetorical Analysis (SRA) yang dikembangkan oleh Michel Cuypers, dengan fokus utama pada kecenderungannya untuk tidak mengutamakan aspek historis dalam proses penafsiran. Latar belakang penelitian ini adalah adanya perbedaan pendekatan antara metode penafsiran berbasis konteks historis, seperti asbāb al-nuzūl yang dipandang krusial oleh banyak sarjana Muslim, dengan pendekatan sinkronik-struktural SRA yang tidak mengutamakan aspek historis teks. Tulisan ini merumuskan tiga pertanyaan: Bagaimana sejarah penggunaan SRA oleh Cuypers, apa faktor yang melatarbelakangi pilihan metodologisnya, dan apa implikasinya terhadap penafsiran teks yang membutuhkan pemahaman konteks historis. Penelitian ini menggunakan kerangka teori hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer dengan mengacu pada konsep Kesadaran Keterpengaruhan oleh Sejarah, Pra-Pemahaman, dan Penggabungan Horizon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan analisis deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SRA yang digunakan Cuypers berakar pada tradisi Biblical Rhetoric yang berkembang sejak abad ke-18 dan kemudian dikembangkan secara sistematis oleh Roland Meynet sebelum diterapkan pada studi al-Qur’an sejak pertengahan 1990-an. Tidak diutamakannya aspek historis teks oleh Cuypers merupakan konsekuensi logis dari horizon intelektualnya yang dibentuk oleh tradisi Biblical Rhetoric, pengaruh Roland Meynet, dan sikap kritis terhadap pendekatan historis Barat. Warisan dan pengaruh tersebut membentuk pra-pemahaman Cuypers, dan mendorongnya untuk fokus pada struktur dan pola retoris teks, daripada aspek historisnya. Faktor-faktor ini berkontribusi pada proses penggabungan horizon yang lebih menonjolkan analisis struktural dibandingkan dimensi historis teks. Pendekatan ini memberikan kontribusi penting dalam menunjukkan koherensi struktur al-Qur’an secara sistematis, namun memiliki keterbatasan dalam menjangkau dimensi makna yang terkait erat dengan konteks historis. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan adanya ruang dialog antara pendekatan struktural dan historis untuk memperkaya pemahaman terhadap al-Qur’an dari berbagai dimensi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Prof. Dr. Saifuddin Zuhri, S.Thi., M.A
Uncontrolled Keywords: Semitic Rhetorical Analysis (SRA); Michel Cuypers; Hermeneutika Gadamer; koherensi Al-Qur'an; konteks historis; Asbab al-Nuzul
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 22 Sep 2022 13:59
Last Modified: 12 May 2026 15:29
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/53278

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum