KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM RANAH POLITIK (STUDI TEMATIK KISAH BALQIS DALAM AL-QUR’AN)

Nita Kurniasih, NIM.: 08530088 (2012) KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM RANAH POLITIK (STUDI TEMATIK KISAH BALQIS DALAM AL-QUR’AN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM RANAH POLITIK (STUDI TEMATIK KISAH BALQIS DALAM AL-QUR’AN))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM RANAH POLITIK (STUDI TEMATIK KISAH BALQIS DALAM AL-QUR’AN))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pembahasan mengenai pemimpin perempuan telah memancing perdebatan antara pihak yang pro dan kontra. Hal ini terjadi dikarenakan adanya ayat dan juga hadis yang secara tekstual lebih mengutamakan laki-laki untuk menjadi pemimpin, walaupun ada juga sebagian yang membolehkan perempuan untuk menjadi pemimpin. Salah satu kebolehan tentang kepemimpinan perempuan dalam al-Qur‟an dipaparkan melalui kisah Balqis. Fokus penelitian dalam skripsi ini yaitu pengkajian kisah Balqis terkait dengan kepemimpinannya yang dikisahkan dalam al-Qur‟an. Penelitian kisah Balqis dalam al-Qur‟an urgen dilakukan berdasarkan beberapa alasan, yaitu: Pertama, kajian tafsir tentang kisah Balqis di dalam al-Qur‟an belum mengungkapkan bagaimana model kepemimpinan Balqis. Kedua, keteladanan dan pesan moral al-Qur‟an yang terkandung dalam kisah Balqis dapat dijadikan sebagai contoh ideal model kepemimpinan dalam konteks masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu kajian kepustakaan dengan mengadakan penelusuran dan invetarisasi data-data yang bersumber dari literatur yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Sumberdata yang diperoleh dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2 kategori, sumber primer dan sumber sekunder.Sumber data primer yang akan menjadi acuan penulis yaitu ayat-ayat al-Qur‟an yang berkaitan erat dengan materi yang akan dibahas. Sumber data sekunder adalah sumber-sumber lain yang sifatnya sebagai penunjang. Adapun sumber penunjangnya adalah kitab-kitab, buku-buku serta karya-karya lain yang dianggap representatif dan relevan dengan topik kajian ini, seperti: Philip K. Hitti, History Of The Arabs, Sayyid Qutb, Tafir Fi Z{ila>li al- Qur’a>n, Hamka, Tafsir al-Azh~ar, Siti Musdah Mulia, Menuju Kemandirian Politik Perempuan; Upaya Mengakhiri Depolitisasi Perempuan Di Indonesia, Hadari Nawawi, Kepemimpinan Menurut Islam, dll.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan langkah-langkah penafsiran tematik yang digagas oleh „Abd Al-Hayy al-Farmawi terhadap ayat-ayat al-Qur‟an dan hadis-hadis yang terkait dengan tema, ditambahkan pula pandangan para ulama tafsir terhadap ayatayat tersebut,serta argumentasi cendekiawan lain yang berkaitan dengan tema pembahasan. Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dihasilkan beberapa kesimpulan yaitu, pertama, kepemimpinan Balqis merupakan tipe atau model kepemimpinan demokratis. dikarenakan salah satu ciri dari kepemimpinan demokratis yaituketika mengambil keputusan sangat mementingkan sistem musyawarah, hal inilah yang dilakukan Balqis ketika memmbuat keputusan menanggapi surat Sulaiman. Kedua, pesan moral yang dapat diambil dalam kisah Balqis yaitu: kejujuran, konsistensi, kecerdasan, kearifan, keterbukaan, dan sikap demokratis seorang pemimpin merupakan faktor kunci bagi pencapaian tujuan dan cita-cita sebuah bangsa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Inayah Rohmaniyah, S. Ag, M. Hum,
Uncontrolled Keywords: Kisah Dalam Al-Qur' an, Kepemimpinan Perempuan, Kepemimpinan Balqis
Subjects: Kepemimpinan Dalam Islam
WANITA DALAM ISLAM
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User: Muh Khabib SIP.
Date Deposited: 16 Nov 2022 12:02
Last Modified: 16 Nov 2022 12:02
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/55106

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum