SAKRALISASI AIR SENDANG KASEPUHAN, DESA KESESI KABUPATEN PEKALONGAN, JAWA TENGAH

Sarifatul Afida, NIM.: 18105020057 (2023) SAKRALISASI AIR SENDANG KASEPUHAN, DESA KESESI KABUPATEN PEKALONGAN, JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (SAKRALISASI AIR SENDANG KASEPUHAN, DESA KESESI KABUPATEN PEKALONGAN, JAWA TENGAH)
18105020057_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (SAKRALISASI AIR SENDANG KASEPUHAN, DESA KESESI KABUPATEN PEKALONGAN, JAWA TENGAH)
18105020057_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pada masa modern seperti sekarang masih terdapat kelompok masyarakat yang mensakralkan air suci dalam suatu tempat tertentu yang menurut mereka itu tempat keramat atau sakral. Misalnya air suci sendang Kasepuhan di Makam Mbah Wali Gendon Kesesi. Mitos-mitos tentang air sendang di Makam Mbah Wali Gendon marak dipercaya oleh masyarakat, konon air tersebut bisa menyembuhkan penyakit, memberikan rezeki, jodoh, membuat anak menjadi pintar atau melindungi diri dari mara bahaya dan khasiat lainnya sesuai dengan doa dari peziarah masing-masing. Hal ini tak lepas dari sosok kharismatik yaitu mbah wali Gendon yang merupakan Ulama sakti yang terkenal pada zaman dahulu di daerah pekalongan. Maka dari itu masyarakat dan para peziarah menganggap bahwa air Suci yang ada di Sendang Kasepuhan Makam Mbah Wali Gendon adalah air yang sakral. Ini lah yang mendasari penulis untuk melakukan penelitian "Sakralisasi Air Sendang Kasepuhan Desa Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah." Penelitian akan membahas beberapa hal seperti Siapa itu Mbah Wali Gendon, mengapa masyarakat mensakralkan Air suci Sendang Kasepuhan di makam Mbah Wali Gendon dan bagaimana dinamika pemaknaan air suci di makam Mbah Wali Gendon. Penelitian ini diharapkan mampu memberi pandangan terhadap masyarakat terkait dinamika pemaknaan suatu simbol yang dianggap sakral. Untuk itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori “Simbol Sakral dan Profan” dari Mircea Eliade Setelah melakukan penelitian, penulis menemukan ada beberapa hal yang menjadi inti dari skripsi ini. Pertama, Air suci di makam Mbah Wali Gendon disakralkan oleh masyarakat umum karena adanya mitos terkait air suci di makam Mbah Wali Gendon. Mitos-mitos ini kemudian mendorong persepsi masyarakat dan peziarah tentang kesakralan Air Suci Makam Mbah wali Gendon ini, Kedua, para peziarah menjadikan Air Suci Sendang Kasepuhan ini sebagai jembatan yang menghubungkan mereka yang mengkonsumsi air suci ini dengan Allah SWT melalui berkah dari Mbah Wali Gendon. Melalui air suci ini masyarakat berdoa kepada Allah SWT untuk meminta berkah, kesembuhan, keselamatan, rezeki, jodoh dan sebagainya sesuai dengan doa mereka masing-masing.maka dari itu Air suci memiliki Makna sebagai perantara doa-doa mereka kepada Allah SWT. Tak hanya itu bagi bagi masyarakat setempat air suci ini juga memiliki makna sebagai penolong dan makna ekonomi. Air Suci di Makam Mbah Wali Gendon menjadi daya tarik peziarah dan masyarakat bahkan dari luar kota, maka dari itu masyarakat setempat biasanya berdagang di sekitaran makam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Khairullah Zikri, S.Ag. MAStRel.
Uncontrolled Keywords: sakralisasi; air suci; mitos
Subjects: Islam dan Tradisi
Studi Agama Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1)
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 25 May 2023 15:47
Last Modified: 25 May 2023 15:47
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/58880

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum