REINTERPRETASI ATAS QS. AL-MAIDAH [5]:48 PERSPEKTIF MA’NA CUM-MAGHZA

Okta Adi Perwira, NIM.: 20205032042 (2024) REINTERPRETASI ATAS QS. AL-MAIDAH [5]:48 PERSPEKTIF MA’NA CUM-MAGHZA. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (REINTERPRETASI ATAS QS. AL-MAIDAH [5]:48 PERSPEKTIF MA’NĀ CUM-MAGHZĀ)
20205032042_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (REINTERPRETASI ATAS QS. AL-MAIDAH [5]:48 PERSPEKTIF MA’NĀ CUM-MAGHZĀ)
20205032042_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep hukum Islam yang ditunjukkan dalam QS. Al-Maidah[5]: 48. Objek material dalam penelitian ini adalah QS. Al-Maidah[5]: 48 sebagai satu kesatuan pesan utama. Pemilhan ayat tersebut sebagai objek kajian didasarkan pada fenomena interpretasi yang dilakukan secara atomistic dengan melepaskan sisi konteks. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini ada tiga, Pertama, Bagaimana bentuk makna historis (al-ma’nā al-tārῑkhῑ) dari QS. al-Maidah [5]: 48?. Kedua, Bagaimana bentuk signifikansi fenomenal historis (al-maghzā al-tārῑkhῑ) dari QS. al-Maidah [5]: 48?. Ketiga, Bagaimana bentuk signifikansi fenomenal dinamis (al-magzhā al-mutaḥarrik) dari QS. al-Maidah [5]: 48?. Rumusan masalah tersebut dijawab menggunakan pendekatan Ma’nā-Cum-Maghzā. Pendekatan ini mempertimbangkan antara konteks ayat untuk menghasilkan makna yang kontekstual. Penelitian ini menghadirkan kerja bertahap yang dibantu dengan teori Ma’nā-Cum-Maghzā Sahiron Syamsuddin untuk menghasilkan interpretasi baru. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan Pertama, kata kunci yang dianalisis secara linguistik menunjukkan setidaknya ada tiga bentuk yaitu tempat atau kedudukan, bijaksana dalam hal memutuskan hukum. Kedua, kesatuan ayat menghasilkan kebijakan dalam memutuskan hukum yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad saw. dan tidak mengikuti hawa nafsu orang-orang yahudi serta tidak memaksakan untuk mengikuti apa yang Allah telah turunkan. Ketiga, bahwa hukum Allah pada ayat 48 bukanlah penunjukkan untuk menegakkan negara Islam namun lebih pada penerapan hukum Islam bukan negara Islam. Adapun bentuk alternatif yang digunakan untuk mengimplementasikan hukum tersebut tidaklah disebutkan secara eksplisit. Jadi ada nilai demokrasi dalam ayat tersebut, yang mana dikembalikan kepada manusia apakah Negara Islam, Negara Monarki, Oligarki, atau Demokrasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam, Sifat Bijaksana, Tafsir QS. al-Maidah [5]: 48, Ma’na-Cum-Maghza
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 19 Jul 2024 15:33
Last Modified: 19 Jul 2024 15:33
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/66048

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum