KALIMAH GHAD FI LAFAZ NIYAT AL SAWM

Siti Nadziroh, NIM.: 00110171 (2004) KALIMAH GHAD FI LAFAZ NIYAT AL SAWM. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KALIMAH GHAD FI LAFAZ NIYAT AL SAWM)
00110171_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (14MB) | Preview
[img] Text (KALIMAH GHAD FI LAFAZ NIYAT AL SAWM)
00110171_BAB II sampai BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

Niat rnerupakan dasar dan tolok ukur semua amal perbuatan, dalarn sebuah haditsnya, Rasul saw bersabda,: ..::.A.. Y JL...c."ii WJ yang artinya: bahwa segala amal perbuatan itu didasari dengan niat. Dalam hat ini penulis ingin membahas satu batas niat yang setiap bulan romadlon selalu di lafalkan oleh para muslim, yaitu niat puasa. yang berbunyi: .i:ii l.....;:,_) ti...JI o.:U. u .J ua.J-! 1 1 ,y.. f' -::..y_,.i Saya bemiat puasa besok hari untuk melaksanakan kefardluan bulan romadlan karna Allah Ta'ala. Pada niat puasa tersebut ada sedikit hal yang menarik untuk dikaji dalam nrnkna, untuk itu penulis ingin memberikan gambaran kepada pelafal niat seperti yang telah tertera diatas, bahwa sebenarnya niat tersebut perlu dikaji, meskipw1 hal itu sudah menjadi kebiasaan. Dan dikarenakan pemahaman akan makna tidaklah semudah melafalkan suatu niat, dalam ha] ini yang menjadi pennasalahan adalah niat yang telah tersebut diatas dilafalkan sesudah sholat tarawih. Didalam niat diatas tertera kata yang dimaknai dengan "besok", kemudian apa pengertian dari makna kata tersebut? dalarn pengertian beberapa kamus adalah hari setelah hari kita sekarang. Dan tentunya dari situ timbul pertanyaan kapankah aw.ii waktu hari esok itu? Ada beberapa asumsi tentang makna niat "besok hari" dalam pengertian pergentian hari atau awal waktu besok. Permulaan hari dimulai saat tenggelamnya matahari. Pennulaan hari dimulai saat terbit fajar dari ufuk timur. Permulaan hari dimulai setelah pukul 00.00 malam. Dari masing-masing asumsi diatas mempunyai landasan masing-masing yang tentunya asumsi tersebut perlu juga untuk di pert:.;1bangkan. Setelah rncmpcrhatikan bcbcrapa asumsi diatas lalu afsahkah jika niat puasa yang menyabutkan kata ghod yang berarti esok hari tersebut dilafalkan setelah sholat tarawih. Kemudian jika dihubungkan dengan makna katanya, maka kata tersebut semestinya mempunyai beberapa sinonim yang serupa maknanya walau ada sedikit perbedaan makna dalam segi waktu. Adapun sinonimnya adalah kata Ofa. dan c4---, kemudian yang perlu ditanyakan adalah: bolehkah niat yang menggunakan kata ghod menjadi kata bukroh atu shobah, seperti 0fa. r Y .ill _) \ o <}- _) _) bi uc-. Dalam penulisan ini penulis menggunakan pendekatan semantik yang berhubungan dengan makna, dari penjelasan tentang semantik yang akan datang, pcnulis bisa menelusuri makna kata itu, selain itu penulis juga melihat akan awal dan akhir bulan romadlon yang menjadi bulan puasa. Kemudian untuk mcngetahui asal nahwiyah dari kata tersebut maka perlu menggunakan dzorof zaman, sebab dzorof tersebut mempunyai makna waktu. Dari penelitian dalam judul diatas maka bahan utama yang perlu digunakan adalah Fiqh A/-1,ughoh Al-A'robiyah Wakhoshoisuha karya Dr. Amil Badi' Ya'qub. Serta Semantik /,eksikal karya Prof Dr. Mansoer Pateda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Pembimbing: Drs. H. Moh Habib, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Puasa; Niat; Tata Bahasa Arab
Subjects: Bahasa Arab
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1)
Depositing User: Widiyastuti, M.IP
Date Deposited: 27 Sep 2024 15:34
Last Modified: 27 Sep 2024 15:34
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/67304

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum