RITUALISASI TRADISI GAWE RAPAH SEBAGAI PENYELESAIAN KONFLIK ANTARAGAMA DI DESA MAREJE LOMBOK BARAT

Fikri Khairul Anam, NIM.: 22205022008 (2024) RITUALISASI TRADISI GAWE RAPAH SEBAGAI PENYELESAIAN KONFLIK ANTARAGAMA DI DESA MAREJE LOMBOK BARAT. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RITUALISASI TRADISI GAWE RAPAH SEBAGAI PENYELESAIAN KONFLIK ANTARAGAMA DI DESA MAREJE LOMBOK BARAT)
22205022008_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (RITUALISASI TRADISI GAWE RAPAH SEBAGAI PENYELESAIAN KONFLIK ANTARAGAMA DI DESA MAREJE LOMBOK BARAT)
22205022008_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme ritualisasi tradisi Gawe Rapah sebagai media penyelesian konflik antaragama di Desa Mareje Lombok Barat.Tujuan dari penelitian ini ialah. Pertama, untuk mengetahui bentuk-bentuk sosial historis pada Ritualisasi tradisi Gawe Rapah sebagai penyelesai konflik antaragama Islam dan Buddha di Desa Mareje. Kedua, menggali lebih dalam mekanisme kontrol penyelesaian konflik antaragama dari Ritualisasi Gawe Rapah. Teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian tentang ritualisasi tradisi Gawe Rapah menggunakan teori Catherine Bell tentang ritulisasi dalam bukunya yang berjudul Ritual Perspective and Dimension. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif, deskriptif, dan analitik. Cara memperoleh data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan dengan mengambil indikator teori Catherine Bell yakni ritualisasi sebagai mekanisme terhadap kontrol sosial, sosial historis masyarakat, pembada antara kegiatan sakral dan profan serta ritualisasi sebagai konstruksi manusia. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: Tradisi Gawe Rapah memliki bentuk-bentuk sosial historis yang ditonjolkan oleh masyarakat di Lombok Barat berupa sebuah proses musyawarah secara adat dan istilah Rapah merupakan bagian dari tradisi dalam prosesi pernikahan masyarakat suku sasak di Desa Mareje. Temuan lapangan peneliti relevan dengan salah satu indikator teori Catherine Bell yang melihat proses ritualisasi erat kaitanya dengan budaya dan sosial historis masyarakat dimana tradisi itu berkemabang. Dalam proses mekanisme ritualisasi tradisi Gawe Rapah ini melibatkan elit politk, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat di Desa Mareje untuk melakukan mekanisme ritualisasi tradisi Gawe Rapah. Keterlibatan unsur kekuasaan elit politik relevan dengan teori Catherine Bell yang melihat proses ritualisasi terkait juga dengan aspek politik (hegemoni kekuasaan) dan peranan kekuasaan untuk menkonstruksi ritualisasi. Konstruksi dari ritualisasi tradisi Gawe Rapah mampu untuk meredam konflik antaragama Islam dan Buddha di Desa Mareje Lombok Barat dengan mengedepankan kearifan lokal budaya dan pendekatan kesukuan melalui Iqrar Sopoq Tundun (satu keturunan) sebagai masyarakat Suku Sasak Lombok.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Roma Ulinnuha, S.S.,M.Hum
Uncontrolled Keywords: Gawe Rapah, Penyelesaian Konflik, Hubungan Antaragama
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.28 Hubungan Islam dan Agama Lainnya (Moderasi Beragama)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S2)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 17 Jan 2025 10:46
Last Modified: 17 Jan 2025 10:46
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/69428

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum